Buat Percontohan Pasar Sehat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Wonosobo, akan membuat percontohan pasar sehat. Lokasinya berada di Pasar Kertek. Pendirian pasar sehat ini, untuk menekan bahaya makanan dan minuman yang menggunakan bahan yang mengancam kesehatan manusia.
Menurut Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Bidang Perdagangan Wonosobo, Oman Yanto, dari hasil pemantauan rutin yang dilakukan pihaknya bersama Dinas Kesehatan, sejumlah produk makanan yang menggunakan bahan berbahaya kerap sekali ditemukan.
“Oleh karena itu Dinas Kesehatan akan membuat pasar sehat percontohan di Pasar Kertek dalam bentuk sosialisasi kepada para pedagang makanan dan minuman,”katanya.
Oman mengatakan, upaya membentuk pasar sehat, sudah dilakukan dengan mengajak para pedagang di Pasar Kertek, melalui sejumlah pertemuan, yang berisi pendidikan dan pengetahuan mengenai tata niaga makanan dan minuman yang sehat.
Ia menyebutkan, para pedagang makanan penting untuk  memahami aturan terkait pangan yang diatur dalam Undang-Undang No 18 Tahun 2012. Isinya, cara memproduksi dan menjual produk makanan dan minuman sehingga bahan pangan yang digunakan sesuai dengan aturan misalnya tidak menggunakan bahan berbahaya.
“Kemudian Undang-Undang No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal yaitu terkait dengan berat bersih/ukuran suatu produk makanan di yang dijual harus sesuai ukuran yang pasti. Di samping itu juga diperkenalkan Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengenai hak dan kewajiban antara pedagang dan konsumen jangan saling merugikan,” jelasnya.
Sedangkan mengenai teknis penggunaan bahan baku, Oman mengatakan pedagang harus mengenali makanan yang dijual dipastikan tidak mengandung  bahan berbahaya. Seperti dicampur dengan boraks, rhodamin B, methanil yelow, formalin dan berbagai bahan berbahaya lainnya. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -