Evaluasi Julio Alcorse

289

SEMARANG – Dua pekan jeda kompetisi Divisi Utama 2014 akan menjadi saat yang mendebarkan bagi striker asing PSIS Julio Alcorse. Ya, pemain asal Argentina itu menjadi salah satu pemain yang akan dievaluasi. Dicoret atau dipertahankan, jawabannya akan ditentukan oleh jajaran pelatih dan manajemen melalui rapat evaluasi dalam waktu dekat ini, sebelum PSIS mengawali putaran kedua kompetisi pada 31 Mei mendatang di mana skuad Mahesa Jenar akan menjamu Persis Solo di Jatidiri.
Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho mengakui, Alcorse memang menjadi salah satu pemain yang akan dievaluasi eksistensinya di tim. Meski Alcorse dinilai cukup produktif dengan mencetak empat gol dalam enam kali pertandingan di putaran pertama, namun ada faktor lain yang membuat eks pemain Persijap Jepara ini harus dievaluasi.
“Ya, produktifitasnya memang lumayan. Empat gol dalam enam laga memang cukup baik, tapi secara permainan memang dia layak dievaluasi. Bahan evaluasi lain adalah karakternya di lapangan,” jelas Agung.
Agung tak memungkiri bahwa beberapa gol Alcorse lebih karena keberuntungan, bukan karena skill-nya yang bagus sebagai sekorang striker asing. Belum lagi sikap temperamentalnya di lapangan. Saat PSIS melawan Persis beberapa waktu lalu di Stadion Manahan Solo, Alcorse urung-uringan hampir di sepanjang pertandingan, terutama di babak pertama. Saat itu PSIS kalah 0-1 dan Alcorse hampir tak punya peluang saat diturunkan selama 86 menit sebelum diganti Heri Nur Yulianto. “Sebagai striker asing, Alcorse memang kurang memuaskan. Tapi manajemen akan banyak pertimbangan sebelum memutuskan. Seperti apakah kita akan dapat pengganti yang lebih bagus, dan sebagainya,” ujar Agung.
Selain Alcorse, PSIS juga akan mengevaluasi dua pemain lokal yakni striker Saptono dan bek Abdul Latif. Pasalnya, sepanjang putaran pertama kedua pemain ini tidak pernah ditampilkan lantaran cedera. Praktis, PSIS menggaji dua pemain ini tampa bertanding sama sekali.
Lebih lanjut Agung mengatakan, secara umum pihaknya puas dengan performa tim yang dipoles duet pelatih Eko Riyadi dan Dwi “Londo” Setiawan ini. Meski mayoritas pemain muda, namun penampilan para pemain yang all out serta mempunyai fighting spirit yang tinggi membuat Agung optimistis, di putaran kedua mendatang PSIS tetap akan menuai hasil yang optimal. “Jaga konsistensi permainan, serta kita lakukan beberapa perbaikan-perbaikan untuk menyempurnakan performa,” urainya. (smu)