Haul Akbar, Doakan Lelulur dan Umaro

380

UNGARAN – Ribuan jamaah menghadiri Majelis Zikir Wa Maulidurrasul SAW, pada Sabtu (17/5) malam, di Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur. Kegiatan tersebut dalam rangka Haul Akbar Kabupaten Semarang 2014.
Haul akbar untuk mendoakan arwah leluhur, auliya, syuhada, dan pemimpin yang berjasa dalam pembangunan di Kabupaten Semarang. Juga mendoakan untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh warga di Bumi Serasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati H Mundjirin, Bupati Demak KH Dahirin, dan sejumlah camat serta pejabat SKPD se-Kabupaten Semarang.
Sedangkan dari kalangan ulama, hadir Habib Ali Assegaf Al Habsyi dari Pasuruan, Habib Nabil (Semarang), KH Nur Fathan (Ungaran), Habib Firdaus Al Munawar (Ungaran), Gus Indana Zufa (Susukan). Juga KH Hasanudin, tokoh Al Khidmah Indonesia.
Sementara itu, ribuan umat yang hadir berasal dari 19 kecamatan dan sejumlah kabupaten/kota. Seperti Kota Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Kendal, Kaliwungu, Boyolali dan Salatiga.
”Kita mendoakan mulai dari Waliyullah Simbah Hasan Munadi sampai kepada para kiai dan takmir masjid musala se-Kabupaten Semarang. Sedang dari kalangan umaro (pemimpin) kita doakan mulai dari Bupati Semarang pertama Sunan Pandanaran II sampai kepada bupati terakhir,” kata tokoh Al Khidmah Indonesia, KH Hasanuddin, sebagai penyelenggara haul akbar.
Bupati Mundjirin dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Majelis Zikir Al Khidmah untuk mempertemukan ribuan umat dengan para ulama dan umaro. Kegiatan tersebut, menurut bupati, dapat menjadi obat bagi masyarakat. Sebab, selama ini, banyak wabah yang menimpa manusia.
”Banyak orang pintar tapi keblinger, cerdas otak tapi mentalnya tidak. Terima kasih pada para ulama yang telah membangun akhlak masyarakat di sini menjadi lebih baik,” kata bupati.
Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini muncul fenomena penyakit atau wabah yang melanda manusia. Seperti munculnya penyakit MERS dan maraknya pedofilia. Menurut dia, semua itu tidak lepas dari nilai-nilai agama yang sudah luntur.
Sementara Habib Ali Assegaf Al Habsyi dari Pasuruan dalam tausiyahnya meminta seluruh umat dan para pemimpinnya untuk selalu mengingat Allah dan Rasulullah. Assegaf mengatakan, tanda akhir zaman sudah semakin jelas dengan munculnya penyakit fisik dan psikis. (tyo/isk/ce1)