Judi Bola Beroperasi Seperti Siluman

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SELAIN online, ternyata masih ada penggila judi bola yang bermain di jalur jadul alias konvensional. Meski konvensional, toh praktik judi ini seperti siluman. Sulit terendus. Gaungnya terasa, namun tidak tampak.
Penelusuran koran ini, sebagian praktik judi bola konvensional ada di Salatiga dan sebagian di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Sayangnya, sulit terlacak.
Koran ini sempat menelusuri. Sejumlah warga pun mengaku tahu aktivitas tersebut. Bahkan, bandar judi bola, orangnya sama dengan bandar judi dadu atau sejenisnya. Hanya saja, lokasinya sulit terdeteksi. Sebab, selalu berpindah-pindah lokasi untuk mengepul uang perjudian.
“Orangnya (bandarnya) ya itu-itu saja, sama dengan bandar dadu di Bawen. Tapi hati-hati Mas, bekingnya ngeri,” ucap pria yang menyebut namanya Riyanto, 43, warga Ambarawa saat ditemui Radar Semarang di sebuah perumahan di Ambarawa, yang disebut-sebut salah satu rumahnya digunakan untuk aktivitas perjudian. Sayangnya, rumah tersebut sudah kosong karena aktivitasnya telah pindah.
Praktik judi bola akan tetap abadi, selama masih ada pertandingan sepak bola dan ada orang yang gemar berjudi. Satu sisi, judi jenis itu sulit terendus, sehingga pelakunya merasa aman saat beraktivitas judi. Bahkan, di perkampungan, judi bola konvensional kecil-kecilan juga kerap dilakukan. Semisal, antar-warga bertaruh antara Rp 50-100 ribu.
“Setahu saya di sini kalau model online jarang sekali. Kebanyakan ya modelnya ada pengepulnya, lalu ditampung pada bandar. Saya sendiri males untuk ikut-ikutan judi bola melawan bandar. Hanya sesekali saja. Paling sering taruhan sama teman-teman sekerja saja. Sebab, kalah menang, nanti sebagian uang taruhan untuk jajan bareng. Apalagi model online, itu malah lebih ribet. Sebab, ada deposit uang segala. Mending seperti ini, begitu menang langsung bayaran,” tutur Riyanto.
Riyanto mengaku tak begitu tahu jaringan judi bola. Namun, menurut dia, perjudian itu berjalan dari mulut ke mulut. Ia mengaku tahu dan kali pertama memasang, diajak temannya yang suka judi bola.
Itu pun, kata Riyanto, dari jaringan judi bola di Kota Semarang, lalu berkembang jadi tahu jaringan judi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya. Biasanya, transaksi taruhan melalui telepon kepada pengepul.
“Misalnya, kita pilih PSIS menang atau skornya berapa. Kita pesan lewat SMS, nanti pengepul datang ambil uang. Pernah saya pasang Rp 500 ribu saat Piala Eropa dan kalah. Sejak saat itu, saya tidak lagi ikutan judi. Paling judi bola kecil-kecilan yang taruhannya di bawah itu. Kalau sudah ketagihan apapun akan dilakukan, bahkan tidak punya duit kita kadang utang dulu atau bertaruh barang seperti handphone atau lainnya,” katanya.
Hal senada dikatakan Santo (bukan nama sebenarnya), 45, warga Bandungan, bos tempat dia bekerja di perusahaan hiburan malam. Santo dulu tercatat sebagai penjudi kelas atas.
Judi bola menjadi selingan untuk sekadar mencari peruntungan. Setiap kali pasang, taruhan mencapai jutaan rupiah. Tapi, Santo kini sudah pensiun berjudi. Ia sekarang memilih menekuni usaha hiburan malam.
Menurut Santo, di Kabupaten Semarang, justru yang ramai judi bola konvensional. Sebab, cara kerja online jarang diminati. Santo kerap mengetahui aktivitas perjudian tersebut, karena pernah masuk dalam komunitas judi bola di Kabupaten Semarang.
Menurut Santo, cara kerja bisnis perjudian sudah terorganisasi sangat rapat dan sulit ditembus. Bahkan, ia menyebut, oknum aparat pun mendapatkan jatah, sehingga praktik judi berjalan lancar.
Khusus judi bola, menurut Santo, akan meningkat perputaran uangnya, saat mendekati Piala Eropa atau Piala Dunia. Biasanya, para pengepul sebelum pertandingan dimulai, akan bekerja mencari petaruh di komunitas yang sudah terbangun. Sarana yang digunakan adalah alat komunikasi, baik via SMS, BBM atau via telepon. Uang taruhan, akan dikumpulkan pada bandar. Pengepulnya, akan mendapatkan bagian sekitar 15 persen.
“Biasanya, uang tarik pengepul lalu disetorkan pada bandar. Bandar itu tidak akan kalah, selalu menang dan untungnya banyak, Mas. Misalnya, dia kalah sama kita, tapi itu bisa ditutup, karena dia menang sama petaruh lainnya. Saya sekarang sudah tidak lagi main judi. Karena uang hasil kerja tidak bisa ngumpul,” ujar Santo.
Menurut Santo, ketika masih akrab berjudi, ia harus pandai-pandai menyisihkan uang hasil tips. Sebab, jika mengambil uang dari gaji, pasti akan terjadi masalah dengan keluarga.
“Yang kita pakai untuk taruhan ya duit lanang. Maksudnya, gaji tetap masuk pada istri untuk kebutuhan keluarga. Nah duit lanang itu hasil tips. Jadi hobi kita jangan sampai menganggu kebutuhan keluarga. Tetapi ada juga teman saya yang sampai habis-habisan karena judi. Sekarang lagi merintis usaha lagi.” (tyo/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -