Mabuk, Tabrakan Beruntun, 3 Tewas

522

WONOSOBO – Kecelakaan maut kemarin (18/5) terjadi di Jalan Wonosobo – Banyumas, tepatnya di Kecamatan Selomerto. Mobil Suzuki Swift bernopol R 8527 VA dikemudikan Gosim, warga Karangkajen, Wonosobo Timur melaju kencang dari arah Wonosobo menuju Banjarnegara, menabrak sepeda motor dan mobil yang berada di depannya. Akibatnya 3 orang tewas, beberapa lainnya mengalami luka parah. Diduga kecelakaan dipicu karena sopir mabuk.
Informasi  yang dihimpun Radar Semarang kecelakaan terjadi menjelang magrib, sekitar pukul 17.45. Suzuki Swift berwarna silver dikemudian Gosim warga Karangkajen, Kelurahan Wonosobo Timur melaju dari arah Wonosobo menuju Banjarnegara.
Mobil melaju kencang, sampai di Ngampel dekat Sapen menabrak sepeda motor, hingga terpelanting ke tepi jalan, setelah itu mobil masih terus melaju. Sampai di Banaran Selomerto, mobil kembali menabrak sepeda motor milik Saino, warga Kalierang hingga terpelanting ke tepi jalan.
Usai menabrak sepeda motor, mobil masih berlari kencang, hingga tepat di perempatan Selomerto, bertabrakan dengan mobil merah Suzuki Carry yang dikemudikan M Anis warga Candi, Sawangan, Leksono, yang melaju dari arah berlawanan. Akibatnya kedua mobil pada bagian depan ringsek.
Pengemudi mobil Carry merah, M Anis bersama istrinya, Sutiyah tewas, sedangkan anaknya, Tiara dan Purbaningrum luka parah. Anis yang menderita luka patah pada bagian kakinya tewas saat dilarikan ke rumah sakit. Demikian juga, Gosim, sopir Swift tewas.
Saksi mata Edy Riyanto mengatakan, saat itu dia tengah melaju pelan mengendarai mobilnya dari arah Wonosobo. Menjelang masuk wilayah Selomerto, tepatnya di Banaran disalip oleh mobil Swift yang melaju kencang dan menabrak motor di depannya hingga terpelanting ke parit.
“Mobilnya melaju sangat kencang. Saya disalip, pas di depan saya menabrak sepeda motor,”katanya.
Melihat ada korban, Edy mengaku menghentikan mobilnya dan menolong korban. Setelah itu, dia melanjutkan perjalanan. Tak begitu lama, sampai di perempatan Selomerto melihat mobil Suzuki Swift bertabrakan dengan mobil Carry merah.
“Rentang waktunya sangat pendek antara menabrak sepeda motor dan bertabrakan dengan mobil Carry,” ujarnya.
Basuki, 35, saksi lain menyebutkan, selain bertabrakan di perempatan Selomerto, mobil Swift juga menabrak beberapa sepeda motor di Ngampel dekat Sapen, dan di Banaran.
“Teman saya ditabrak, terus mobil lari. Saya bermaksud mengejar, malah sampai Selomerto mobil yang menabrak lari sudah tabrakan,” paparnya.
Kanit Laka Lantas Polres Wonosobo, Ipda Effendi M saat ditemui di lokasi mengaku belum bisa membeberkan secara persis pemicu kecelakaan. Namun diduga pemicu kecelakaan sopir ugal-ugalan lantaran mabuk.
“Kami menemukan wiski di dalam mobil. Sudah diminum sekitar seperempat botol, kemungkinan sopir mabuk,” tambahnya.
Effendi menyebutkan, jumlah korban masih diidentifikasi, karena titik kecelakaan diduga ada di tiga lokasi. Sebelum bertabrakan dengan Suzuki Carry di Selomerto, mobil Swift sudah menabrak beberapa sepeda motor di antaranya di Dusun Ngampel, Wonorejo, kemudian di Banaran Selomerto dan di perempatan Selomerto.
Terpisah Humas RSUD Setjonegoro Wonosobo Tri Utami mengatakan, jumlah korban yang dilarikan ke RSUD ada 7 orang. Dua di antaranya, Gosim warga Karang Kajen, Kelurahan Wonosobo Timur yang tewas, kemudian Sutiyah penumpang Carry asal Dusun Candi Sawangan, Leksono juga tewas.
“Kami masih lakukan penanganan terhadap para korban,” ungkapnya.
Untuk korban luka, kata Tri Utami antara lain, Purbaningrum dan Tiara warga Dusun Candi, Sawangan, Leksono anak dari M Anis. Korban berikutnya Miyanto asal Ngasinan, Wonosobo, Saino dari Kalierang, Selomerto, dan Nur Laila warga Banjarnegara. Ketiga korban yang terakhir merupakan pengendara sepeda motor yang ditabrak oleh mobil yang dikemudikan Gosim.
“Semua pasien masih ditangani di IGD, ada yang patah tulang,  masih dalam pemeriksaan dokter semua,” pungkasnya. (ali/lis)