Padukan Batik dan Kain Tenun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PLEBURAN — Puluhan desainer Jateng, kemarin (18/5), menunjukkan hasil karyanya berupa rancangan busana batik kepada masyarakat dalam acara fashion on the street di halaman kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng Jalan Pahlawan Semarang. Mereka adalah desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Tengah, seperti Soese Asmadi, Elkana Gunawan, Riani, Agustin Siswanto, dan Ina Priyono. Selain itu, Dinperindag Jateng juga memamerkan busana karya 6 desainer dari sejumlah kabupaten dan kota di Jateng, seperti Zikin, Jazid Bastomi dan Totok Prihasanto. Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengangkat kembali produk kerajinan asli Jateng berupa batik.
Dalam fashion show on the street itu, masing-masing desainer membuat inovasi beda. Namun tetap menonjolkan unsur batiknya. Desainer Soese Asmadi memadukan batik dan tenun dalam busana pesta. Perancang busana lainnya, Elkana Gunawan, menampilkan kombinasi yang cukup indah antara batik dan tenun ikat Troso dari Jepara. ”Saya selalu menghadirkan warna gelap. Tapi pada tahun 2014 ini, tenun Troso dari bahan selimut dihadirkan dengan warna cerah,” kata Elkana kepada Radar Semarang.
Sedangkan desainer Riani menampilkan kombinasi batik lawas yang cukup apik, hingga memberikan kesan klasik dan unik.
Busana batik karya desainer Agustiena Siswanto beda lagi. Ia menampilkan batik bermotif isi lautan, dengan kombinasi warna dominan biru cerah  dan merah. ”Batik ini dilukis manual dengan tangan, sehingga menghadirkan desain western yang cocok dipakai oleh banyak generasi,” ujar Agustiena.
Perancang busana Ina Priyono yang tetap eksis menggarap busana gamis, memilih mengombinasikan tenun pedan dari Jepara dalam warna-warni pelangi dengan warna hitam. ”Sehingga menjadikan busana muslim menjadi elegan,” katanya
Pergelaran adi busana dalam fashion on the street dibuka oleh peragaan busana oleh lima peragawati cilik asal Kota Semarang. Mereka mengenakan busana pesta warna-warni yang ngejreng. Kelima peragawati cilik ini tampil percaya diri di atas catwalk. Selanjutnya sejumlah model cantik tampil mengenakan busana batik karya para desainer secara bergantian.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Siti Atiqoh Ganjar Pranowo mengatakan, fashion on the street dengan mengusung produk asli daerah itu diharapkan mampu menyadarkan masyarakat untuk lebih cerdas dalam menjadi konsumen. ”Apalagi pada 2015 mendatang akan dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di mana keran produk dari luar negeri bebas masuk ke Indonesia,” katanya dalam acara yang digelar dalam rangka Hari Konsumen Nasional itu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Edison P. Ambarua mengatakan, saat ini kerajinan berupa produk fashion berbahan batik, tenun, dan bordir sedang mengalami booming dan naik daun. Konsumennya juga semakin luas, tidak hanya untuk kalangan tertentu, tetapi sudah masuk dalam berbagai kalangan. ”Sehingga saat ini makin banyak konsumen yang menggunakan batik dan tenun untuk kegiatan harian yang tidak resmi, yang tentunya menjadi faktor pendorong untuk lebih memperbesar kapasitas industri batik,” ungkapnya. (hid/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -