Pupuk Menghilang, Petani Rugi

288


GETASAN- Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Semarang ternyata belum teratasi. Setelah sebelumnya petani di Kecamatan Bringin dan Ambarawa. Saat ini giliran petani di wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sudah tiga bulan ini kesulitan mendapatkan pupuk urea bersubsidi.
Kelangkaan pupuk di Getasan itu menyebabkan tanaman tembakau, dan sayuran terancam gagal panen. Dampaknya tidak hanya pertanian saja, sektor peternakan sapi pedaging maupun sapi perah juga terancam akan menurun produktifitasnya. Sebab pakan hijauan berupa rumput gajah selama ini mengandalkan pupuk tersebut. Dengan kelangkaan pupuk, maka ruput gajah tidak bisa tumbuh normal. Jika tidak segera diatasi, maka petani di Kecamatan Getasan akan merugi hingga miliaran rupiah.
“Sudah tiga bulan ini, petani kebingungan mendapatkan pupuk bersubsidi. Tidak hanya di sini (Desa Jetak), semua petani di Kecamatan Getasan juga kesulitan mendapatkan pupuk urea. Padahal pupuk itu selain untuk tanaman pangan juga untuk meningkatkan produksi rumput gajah yang digunakan untuk pakan ternak,” beber Kades Jetak, Kecamatan Getasan, Sutrimo, Jumat (16/5) siang.
Akibat kelangkaan pupuk, tanaman tembakau dan sayuran di Getasan terancam gagal panen. Sebab tanaman tidak tumbuh normal, bahkan buah tanaman tomat dan cabai rontok karena kandungan gizinya tidak seimbang akibat pupuk urea langka. Sementara yang melimpah adalah pupuk kandang, hanya saja biayanya lebih mahal.
“Kalau dipupuk, kita bisa panen rumput gajah sampai lima kali dalam setahun. Karena tidak ada pupuk hanya satu sampai dua kali panen itu pun hasilnya tidak bagus. Kondisi ini juga akan berdampak pada produktifitas peternakan sapi kami,” imbuhnya.
Kondisi tersebut menurut Sutrimo, jika dibiarkan akan membuat petani merugi hingga miliaran rupiah. Sebab tanaman tembakau, sayuran dan rumput gagal panen. Belum lagi dampak dari peternakan sapi perah. “Kami harap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Kecamatan Getasan. Sehingga petani tidak rugi,” tuturnya.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha yang tinggal di Kecamatan Getasan mengatakan kondisi kelangkaan pupuk di Kabupaten Semarang termasuk darurat yang harus ditangani.(tyo/ric)