Anggaran Bina Marga Rp 232 Miliar Ditolak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

GEDUNG BERLIAN – Rapat kerja antara Dinas Bina Marga Jateng dengan Komisi D DPRD Jateng, Senin (19/5) berlangsung panas. Sejumlah anggota dewan emosi karena dinas yang menjadi salah satu pelaksana tahun infrastruktur di Jateng tersebut mengajukan anggaran mendahului APBD Perubahan dengan jumlah fantastis. Setelah berlangsung alot, Komisi D akhirnya menolak pengajuan anggaran sebesar Rp 232,567 miliar tersebut.
Dalam rapat kerja tersebut, Dinas Bina Marga Jateng mengajukan 56 paket pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan mendahului APBD Jateng Perubahan 2014. Nilainya pun cukup besar. Yaitu mencapai total Rp 232,567 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas peningkatan 30 ruas jalan sepanjang 44,8 kilometer sebesar Rp 182,678 miliar, perawatan 41 kilometer jalan dengan anggaran Rp 46,42 miliar, serta pembuatan 19 jembatan dan gorong-gorong senilai Rp 3,569 miliar.
Anggota Komisi D Hadi Santoso menganggap pengajuan tersebut merupakan sesuatu yang janggal. ”Di APBD 2014 lalu, Dinas Bina Marga baru saja mendapatkan anggaran Rp 900 miliar lebih dan hingga saat ini realisasi pekerjaan baru tercapai 19 persen. Mengapa yang itu tidak dioptimalkan dulu dan malah mengajukan anggaran lagi,” kata politisi PKS tersebut.
Hadi juga melihat kejanggalan terjadi karena pada rapat pertama kebutuhannya hanya Rp 133 miliar, namun kemarin Bina Marga mengajukan jumlah yang lebih besar. Yang lebih mengherankan, lanjutnya, tidak lama lagi pembahasan RAPBD Perubahan 2014 akan dilakukan, namun pemprov terkesan terburu-buru mengajukan anggaran tersebut. ”Mengapa tidak memakai mekanisme perubahan. Lagi pula ada yang bersifat prioritas seperti pembangunan jembatan Kemiri di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri malah masuk di perubahan,” papar Hadi yang kemarin sempat emosi di rapat tersebut,
Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi D Alwin Basri tersebut, anggota dewan makin jengkel karena sudah dua kali diundang rapat, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang Nugroho tidak hadir. Kemarin, Bambang mewakilkan Kepala Bidang Bina Teknik Hanung Triyono untuk ’menghadapi’ dewan. ”Jalan di Jateng banyak yang rusak parah, namun Kepala Dinas Bina Marga Jateng dua kali kami undang tidak hadir. Yang pertama saat darurat infrastruktur pascabencana dan yang kedua ini,” ungkap anggota Komisi D Abdul Aziz.
Aziz menambahkan Komisi D menolak dengan keras usulan anggaran mendahului perubahan tersebut. Sebab usulan dianggap muncul tiba-tiba dan terburu-buru tanpa alasan yang jelas. ”Kalau betul-betul darurat kan ada anggaran bencana yang bisa digunakan,” imbuhnya. (ric/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -