Corat-coret Hiasi Kelulusan

297

UNGARAN — Sebanyak tiga siswa dinyatakan tidak lulus ujian nasional (unas) jenjang SMA/SMK. Untuk menghindari aksi konvoi dan corat-coret perayaan kelulusan, pengumuman kelulusan dilakukan via website sekolah. Juga surat yang dikirim oleh kurir.
Kendati metode tersebut dilakukan, namun ratusan siswa di Kabupaten Semarang tetap melakukan aksi corat-coret seragam sekolah. Ada juga yang melanjutkan dengan berkonvoi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan, angka kelulusan hampir seratus persen. Siswa SMA/MA/SLB 3.362 siswa dinyatakan lulus. Hanya 1 siswa saja yang tidak lulus. Sedangkan dari tingkat SMK, 4.460 siswa dinyatakan lulus. Yang tak lulus cuma 2 orang.
”Untuk mencegah adanya corat-coret dan arak-arakan kelulusan. Model pengumuman kelulusan bervariasi, yakni orang tua siswa kita panggil untuk menerima pengumuman. Ada juga yang diumumkan via website sekolah serta melalui kurir dan pos yang dikirim ke rumah siswa,” tutur Dewi, Selasa (20/5).
Dewi mengatakan, selama proses pengumuman, pihaknya menilai masih dalam kategori aman. Sejak pagi, ia memantau di beberapa kecamatan tidak ada temuan permasalahan berarti. Hanya saja, terlihat konvoi siswa dari Salatiga masuk melalui Banyubiru, Ambarawa, kemudian ke Bawen.
Pantauan Radar Semarang, pengumuman kelulusan di SMA/SMK atau sederajat dilakukan pukul 14.00. Namun, sekitar pukul 12.00 WIB para siswa sudah berkumpul.
Sejumlah siswa berkelompok melakukan aksi corat-coret seragam sekolah menggunakan cat semprot. Mereka berkumpul di beberapa titik keramaian.
Seperti di belakang benteng Willem Ungaran dan beberapa sudut kota lainnya. Hanya ada beberapa kelompok pelajar saja yang berkonvoi, keliling kota.
Anggota Polres Semarang juga melakukan patroli. Tugas mereka, mengantisipasi keributan antar-siswa. Sejumlah siswa yang berkerumun di sejumlah ruas jalan raya dibubarkan.
Polisi juga mencegah pelajar dari kota lain masuk ke Kabupaten Semarang dan sebaliknya.
”Kami berhasil mencegah masuknya pelajar dari kota lain ke sini,” tutur Kasatlantas Polres Semarang AKP Suwarsi. (tyo/isk/ce1)