MA Lulus 100 Persen

413

Target Lulus SMA Meleset

KENDAL—Sebanyak 19 siswa SMA dan sederajat di Kendal tak lulus unas tahun ini. Sepuluh siswa di antaranya karena mengundurkan. Sedangkan sembilan siswa lain, nilainya unas tidak memenuhi standar.  
Sembilan siswa yang nilainya tidak memenuhi standar tersebut, dua siswa SMA dan tujuh siswa SMK. “Untuk MA, tahun ini 100 persen lulus semua,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono.
Dijelaskan, persentase kelulusan SMA/MA dan SMK di Kendal adalah 99,98 persen dari total siswa peserta unas tahun ini, 10.890 siswa. Tingkat ketidaklulusan siswa SMA tahun ini  mengalami kenaikan. Tahun lalu, hanya satu siswa yang tidak lulus.
Meski begitu, secara prestasi tingkat Jateng, prestasi Kendal naik dari peringkat sembilan, tahun menjadi peringkat delapan. Padahal, Dinas Pendidikan Kendal sebelumnya menargetkan seluruh peserta unas tahun ini bisa lulus 100 persen.
Sedangkan tingkat Kabupaten Kendal, rinciannya kelulusan SMA 99,89 persen turun 0,11 persen dari tahun lalu. Tahun lalu, kelulusan SMA 99,99 persen.  Sedangkan SMK, tingkat kelulusan 99,88 persen, atau turun 0,12 persen dari tahun lalu 100 persen.
Peringkat tiga besar terbaik tingkat Kendal untuk SMA jurusan IPA diraih SMAN 1 Kendal (49,06), SMA Pondok Pesantren Modern Selamat (48,64), dan SMA Mualimin Weleri (47,59). SMA dengan jurusan IPS diraih SMAN 1 Kendal (48,07), SMA Pondok Pesantren Modern Selamat (47,70) dan SMA Maarif Kangkung (46,62).
Sedangkan SMA dengan jurusan Bahasa, diraih SMAN 1 Sukorejo (45,31), SMAN 1 Boja (44,70) dan MAN Kendal (42,68). Tiga SMK terbaik di Kendal, tahun ini diraih oleh SMAN 1 Kendal (31,38), SMKN 2 Kendal (30,47) dan SMKN 3 Kendal (30,04).
Muryono menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah yang siswanya tidak lulus. Yakni, agar didaftarkan untuk mengikuti ujian kesetaraan Paket C pada 19-22 Agustus.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kendal, Sri Bagus mengatakan, penyebab 10 siswa mengundurkan diri karena sakit. Sehingga 10 siswa tersebut menyatakan mengundurkan diri, sebelum ujian berlangsung. “Sebab, baik siswa maupun orang tua merasa belum siap untuk mengikuti unas.” (bud/isk)