Mandiri Perkuat Daya Saing UKM

332

SEMARANG — Bank Mandiri terus mendorong pertumbuhan, perkembangan dan meningkatkan daya saing pengusaha di sektor usaha kecil menengah (UKM). Karena itulah, Bank Mandiri melaksanakan program edukasi bagi sekitar 150 pengusaha UKM di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya, pada Selasa (20/5) di Semarang.
Edukasi pelaku UKM merupakan salah satu program rutin Bank Mandiri yang telah digelar sejak 2011 di berbagai kota di Indonesia dengan tema yang beragam. Sedangkan tema UKM Mandiri Taat Pajak telah dimulai sejak tahun 2013. ”Secara keseluruhan, hingga saat ini Bank Mandiri telah mengedukasi lebih dari 3.000 pelaku UKM di seluruh Indonesia,” kata Kepala Kantor Wilayah VII Bank Mandiri, Aribowo.
Menurutnya, melalui program edukasi ini, UKM akan diberi bimbingan pengembangan bisnis, semangat kewirausahaan, dan pemahaman terhadap ketentuan pajak UKM. ”Melalui program ini, Bank Mandiri ingin meningkatkan peran aktif dalam mengembangkan sektor UKM di Indonesia. Dengan pengembangan bisnis dan manajemen UKM yang baik, kami berharap pengusaha UKM dapat menjadi pengusaha tangguh dan semakin berdaya saing,” kata Aribowo.
Pada tahun ini, lanjutnya, edukasi yang diberikan lebih difokuskan pada peningkatan pemahaman pelaku UKM, atas kewajiban pembayaran Pajak Penghasilan yang berlaku sejak 1 Juli 2013, serta kesiapan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Tema edukasi tersebut disampaikan oleh Kasi Kerja Sama Antar Regional Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional, Iffah Saaidah, dan Kasi Pengawasan dan Konsultasi 1 KPP Semarang Timur, Arif Yunianto.
Menurutnya, pelatihan dengan tema yang sama akan dilanjutkan ke 15 kota di seluruh wilayah Indonesia selama 2014. Adapun bagi pengusaha UKM, kegiatan ini dapat memberikan solusi dan inspirasi, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas. ”Selain itu, program edukasi ini juga dapat menjadi ajang menjalin hubungan bisnis dengan sesama pengusaha UKM lainnya,” ungkapnya.
Ditambahkan, sampai dengan triwulan I/2014, Bank Mandiri mencatat penyaluran pembiayaan kepada lebih dari 310.00 pelaku UKM dengan nilai total mencapai Rp 57,1 triliun. Penyaluran ini naik 15,47 persen dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 46,97 triliun. ”Penyaluran kredit tersebut mayoritas disalurkan kepada sektor perdagangan dengan kontribusi sebesar 57 persen dari total pembiayaan,” imbuhnya.
Sementara, guna mendukung pengembangan UKM, Bank Mandiri juga menyediakan layanan cepat dan mudah bagi para pelaku UKM dan Koperasi melalui 319 kantor layanan UKM dan Koperasi yang terdiri atas 46 Business Banking Center, 95 Business Banking Floor, dan 178 Business Banking Desk, serta beberapa kantor Cabang Bank Mandiri melalui penerapan konsep Sales Point. Penyediaan layanan itu diharapkan dapat menjangkau pelaku UKM dan Koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
”Selain penambahan jaringan, Mandiri Business Banking juga meningkatkan kualitas SDM yang menangani UKM & Koperasi secara berkesinambungan serta memperbaiki sistem dan proses bisnis secara terus-menerus,” tandasnya. (aln/jpnn/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.