Siswa Corat-Coret, Kasek Bisa Dicopot

336

DEMAK-Delapan siswa di Demak dinyatakan tidak lulus ujian nasional (unas) serta ada yang tidak mendapatkan nilai. Mereka yang tidak mendapatkan nilai, untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Disdikpora Demak, Abdul Haris mengungkapkan, 4 siswa yang nilainya tidak jelas berasal dari SMAN 3 Demak.
Kemudian, 2 siswa tidak lulus dari MA Nahdlatul Ulama Salafiyah, 1 siswa tidak lulus dari SMK Asy Saerozi Bonang. Satu siswa lainnya juga tidak memperoleh nilai Bahasa Inggris.
“Ada yang tidak lulus lantaran tidak memenuhi standar minimal nilai yang dipatok (5,50)  dan ada yang memang tidak memperoleh nilai. Karena itu, kita masih mengusutnya ke provinsi,” ujar Haris, kemarin.  Dalam unas kali ini, kata Haris, nilai rata-rata tertinggi untuk SMA/MA adalah MA Darussalam. Dengan  nilai rata-rata ujian murni 46,14.
Kemudian, SMAN 1 Demak dengan nilai rata-rata murni 44, 87 serta disusul SMA Islam Sultan Fatah Wedung dengan rata-rata nilai murni 44,80. Sedangkan untuk SMK, nilai  tertinggi adalah SMK Bina Nusantara Mranggen 32, 69.  “Persentase kelulusan untuk SMA/MA sebesar 99,92 persen dan SMK 99,97 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Dachirin Said mengancam akan mencopot kepala sekolah yang siswanya terbukti melakukan corat-coret dalam merayakan kelulusan unas. “Ketahuan adakan corat-coret langsung kita pecat. Sebab, kejadian seperti itu adalah tanggung jawab kepala sekolah,” kata bupati.(hib/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.