Lansia Tampilkan Lengger Lanang

272

WONOSOBO – Sejumlah pegiat seni di Wonosobo yang sudah masuk kategori lanjut usia (lansia) tetap apik membawakan seni tari lengger. Menariknya lagi, sedikitnya 8 kelompok seni lengger, menampilkan lengger lanang (pria) dalam lomba lengger menyambut peringatan HUT Lansia ke-18 kemarin (21/5).
Lomba tari lengger oleh para lansia digelar di gedung PMI Wonosobo. Sebanyak 8 kelompok seni perwakilan kecamatan, membawakan tari lengger klasik dan kreasi. Meski semua penari sudah di atas usia 60 tahun, tetap apik membawakan tarian khas Wonosobo itu.
Dengan penuh keseriusan, para penari manula ini, sukses membawakan tarian lengger dipadukan dengan tarian topeng. Dalam lomba itu, tampak kejadian lucu. Yakni ketika salah satu peserta dari Sendangsari, Kecamatan Garung, seorang kakek membawakan tari lengger, di tengah permainan, tiba-tiba – maaf – buah dada palsunya jatuh, berupa handuk warna putih. Sontak para penonton langsung tertawa.
Ketua penyelenggara Muchson yang sekaligus Wakil Komda Lansia Wonosobo, mengungkapkan apresiasi dan penghargaan setulus hati, karena di usia yang rata-rata sudah di atas 60 tahun, mereka masih menunjukkan energi luar biasa, serta tetap antusias dalam menyalurkan ekspresi serta hobinya di bidang seni.
Muchson berharap, semua kegiatan ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi semua pihak untuk senantiasa memperhatikan keberadaan lansia Wonosobo. Baik terkait kehidupan sehari-harinya, kondisi kesehatannya, maupun kebutuhan psikologisnya. Sehingga bisa mewujudkan masyarakat lansia sehat, mandiri, berkeadilan serta produktif secara sosial dan ekonomi.
Sulistriyaningsih, juri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo mengatakan, kriteria penilaian yang diberikan sama dengan penari lengger lainnya. Meski mereka lansia, ia bersama tiga rekan juri lainnya menetapkan kriteria irama, gerak, ritme dan kreasi sebagai pokok penilaiannya. (ali/lis)