Kepala SKPD Ditatar agar Terhindar KKN

303

AMBARAWA — Sebanyak 27 kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Semarang, ditatar agar paham masalah hukum. Sehingga mereka tidak terjerat hukuman.
Kegiatan yang digelar oleh Kejari Ambarawa bertema Penguatan Jaringan Masyarakat Anti-Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), digelar di aula Kejari Ambarawa, Kamis (22/5) pagi kemarin.
Tujuannya, terbentuk jaringan anti-KKN di Kabupaten Semarang. Sehingga pelayanan publik dan pejabat negara terbebas dari unsur KKN.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Ambarawa, Harimurti Hendarto mengatakan, kegiatan sosialisasi hukum akan terus dilakukan. Tujuannya, membentuk jaringan anti-KKN di Kabupaten Semarang. Sehingga nantinya dapat terbentuk pelayan publik dan pejabat negara yang bebas KKN.
”Kalau sudah terbentuk sistem pemerintahan yang bebas dari KKN, maka setiap kegiatan dapat berjalan lancar, sesuai yang kita harapkan,” tutur Harimurti, dalam sambutannya mewakili Kajari Ambarawa, Sila H. Pulungan.
Kepala Seksi Intel Kejari Ambarawa, Andhie Fajar dalam materinya mengatakan, hukuman akibat korupsi, dapat dihindari jika selalu menjaga sikap tegas dan patuh dalam menjalankan aturan.
Tidak hanya itu. Andhie juga menyampaikan agar para kepala dinas, dalam kesehariannya, selalu menjaga perilaku baik pada lingkungan pekerjaannya.
”Berpikir positif sangat penting. Paling tidak sejak keluar rumah, sudah menentukan arah dengan berpikir positif. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan akan berdampak positif,” saran Andhie di hadapan puluhan kepala SKPD.

Andhie juga mengingatkan agar kepala SKPD selalu melakukan pengawasan internal secara rutin. Sehingga dapat terhindar dari adanya pelanggaran hukum pada institusinya. (tyo/isk/ce1)