Proyek Jalan Kokrosono Diduga Menyimpang

306



TANJUNG MAS — Tim Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Semarang melakukan penyelidikan terhadap proyek peningkatan ruas Jalan Kokrosono, Semarang Utara senilai Rp 2,3 miliar yang gagal direalisasi pada 2013. Sebab, proyek tersebut ditengarai ada penyimpangan. Bahkan, sejumlah pihak telah diperiksa oleh penyidik Cabjari Semarang pada Rabu (21/5) lalu. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Cabjari Semarang, Budi Purwanto.
”Beberapa (orang) kami mintai keterangan, sifatnya masih meneliti dan pengumpulan data,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (22/5).

Meski begitu, Budi masih enggan menyebutkan siapa saja pihak yang diperiksa, termasuk kapan pemeriksaan lanjutan dilakukan. Dipastikannya, pemeriksaan terkait pemutusan kontrak dan munculnya daftar hitam. ”Juga terkait kontrak lelang.”

Salah seorang sumber dari Cabjari Semarang yang tidak mau disebut namanya mengatakan, pihak yang diperiksa adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) bernama Sirianu, juga dari pengawas, konsultan pengawas serta PPTAK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). ”Penyidik telah memeriksa 4 orang,” kata dia.

Dikatakan, selain dari pihak panitia dan pengguna anggaran, salah satu pihak swasta diduga terlibat. Yakni, CV Bintang Sembilan. ”Untuk nilai proyek tahun 2013 sekitar Rp 2 miliar lebih,” tuturnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, proyek pada 2013 tersebut saat ini sudah melalui proses lelang, dan akan dilanjutkan dengan anggaran baru 2014. Artinya, proyek itu akan segera dilanjutkan. ”Saya tidak ingat besaran nilai proyek, dan tak mengetahui adanya penyelidikan itu,” kata Iswar saat dikonfirmasi.

Ia kembali menegaskan, proyek peningkatan jalan di Semarang Utara itu pada 2014 ini direncanakan akan dilanjutkan. Proses lelang proyek yang sempat gagal, sudah selesai. Pemenang lelang adalah PT Satria Mas Karyatama dengan penawaran Rp 2,424 miliar dari pagu paketnya Rp 2,905 miliar. ”Kelanjutan proyek dilakukan dengan perbaikan pekerjaan fisik yang tidak sesuai standar,” ujarnya. (ris/jpnn/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.