TNI Hentikan Proyek Mercusuar Malaysia

304

Dibangun di Wilayah Perairan Indonesia

PUDAK PAYUNG — TNI menindak tegas pembangunan mercusuar yang dilakukan oleh Malaysia di batas wilayah perairan Indonesia, yakni di Tanjung Datuk, perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia.
”Kami sudah menghentikan pembangunan mercusuar itu. Yang menurut kami pembangunan tersebut telah memasuki batas Indonesia, yakni 1 mil masuk wilayah kita,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko usai memberikan pengarahan kepada prajurit, PNS, TNI dan Dharma Pertiwi di wilayah Jateng dan DI Jogjakarta di Balai Prajurit Watugong, Banyumanik, Jumat (23/5).
Panglima mengatakan, TNI telah mengusir para pekerja serta menghentikan pembangunan mercusuar tersebut. Selain itu, kata dia, pemerintah Indonesia telah melakukan langkah diplomatik dengan memprotes pembangunan mercusuar itu. ”Sekarang pembangunan mercusuar telah berhenti, dan pekerja sudah kita usir pergi,” katanya didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo.
Seperti diketahui, Tanjung Datuk terletak di antara Kalimantan Barat dan wilayah Malaysia yang hingga kini masih merupakan wilayah abu-abu, karena belum ada kesepakatan dua negara tentang kepemilikan daerah itu. Pembangunan mercusuar kali pertama dideteksi oleh kapal negara dan kapal navigasi dari Dinas Perhubungan Laut pekan lalu. Temuan itu kemudian dilaporkan ke TNI, dan ditindaklanjuti dengan mengirimkan satu kapal perang dan pesawat udara. Belum jelas perusahaan atau lembaga apa yang melakukan pembangunan mercusuar tersebut.

Netralitas Pilpres

Sementara terkait pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres), pihaknya telah meminta pemerintah agar menerbitkan Perpu tentang netralitas TNI. ”Kami telah membuat surat kepada Menko Polkam agar menerbitkan surat netralitas untuk TNI saat pilpres mendatang,” ujarnya.
Terkait netralitas TNI, hal ini menunjukkan niat dan semangat TNI agar tidak masuk dalam politik praktis. ”Tentunya dengan adanya surat itu menunjukkan bahwa TNI tidak masuk dalam politik praktis, dan TNI tetap netral,” tegasnya.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mengatakan, jajaran TNI Kodam IV/Diponegoro akan memegang teguh perintah Panglima TNI untuk mendukung dan mengamankan pilpres mendatang. ”Kita mendukung perintah dari Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam rangka mengamankan pilpres di wilayah Jateng dan DI Jogjakarta,” katanya
Dalam kunjungan ke Kodam IV/Diponegoro kemarin, Moeldoko sempat memotivasi ratusan prajurit TNI di Balai Prajurit agar kehadiran prajurit mempunyai arti dan bermanfaat bagi masyarakat. (hid/aro/ce1)