Kholiq Jadi Tokoh Pluralisme

280

WONOSOBO – Satu lagi prestasi disabet Bupati Wonosobo Kholiq Arif. Kiprahnya dalam menjaga sektor keamanan dan kerukunan masyarakat di Wonosobo, mendapat apresiasi dari  Jaringan Antar-Iman Indonesia (JAII) sebagai tokoh pluralisme. Penghargaan diterima pada 23 Mei lalu, di Hotel Sentani Indah Jayapura, Papua.
Menurut Koordinator JAII, Elga Sarapung, Bupati Kholiq Arif bersama Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, berhak atas anugerah tokoh pluralisme. Yakni, atas kiprah mereka selama ini dalam memberikan jaminan terhadap warga masyarakatnya dalam menjalankan kehidupan beragama.
“Mereka sebagai kepala daerah mampu menghormati dan menghargai semua elemen masyarakat, berkomitmen dan menghormati pluralisme, serta menghargai perbedaan agama warganya tanpa diskriminasi,” katanya dihubungi Radar Semarang via telepon.
Elga menuturkan, 3 kepala daerah ini berhasil meraih penghargaan tingkat nasional, setelah menyisihkan 13 kepala daerah se-Indonesia yang dinominasikan. Dari 13 kepala daerah yang masuk nominasi–setelah melalui proses diskusi dan konsultasi–pihaknya menetapkan 3 kepala daerah yang paling menonjol dalam menerapkan 4 kriteria penilaian yang ditetapkan.
“Empat kriteria itu, kebijakan dalam mengelola kehidupan beragama dalam 2 tahun terakhir, memberikan kebebasan dan dukungan kepada warganya untuk beragama. Juga mengelola konflik tanpa diskriminatif serta tidak diskriminatif terhadap warga minoritas termasuk perempuan,” paparnya.
Kholiq menyambut baik atas pemberian penghargaan yang diterimanya. Meskipun yang dilakukan selama ini bukan bertujuan untuk mendapatkan penghargaan atau pujian. Tetapi semata-mata untuk membangun suatu kondisi yang nyaman dan aman bagi warganya dalam menjalankan kehidupan beragama sesuai dengan keyakinan dan keimanan mereka masing-masing.
Kholiq berharap, kondisi yang sudah baik di Wonosobo agar dipelihara secara berkelanjutan oleh semua elemen masyarakat untuk pemenuhan HAM, sekaligus menuju Wonosobo Kabupaten Ramah HAM. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.