Langganan Juara Sejak 2002

334

Jika mendengar nama Kalipancur, tentu yang ada di benak kita adalah kelurahan dengan sejumlah keunggulan. Suasana desa yang sejuk dan asri meski dekat dengan perkotaan menjadi salah satu keunggulan kelurahan yang masuk dalam wilayah kecamatan Ngaliyan Semarang ini. Maka tidak heran jika kelurahan tersebut disebut sebagai desa wisata.
Lebih hebat lagi, kelurahan yang pernah dipimpin mantan Wali Kota Semarang Soemarmo pada tahun 1993 ini juga kerap mendapatkan banyak penghargaan. Di antaranya dalam bidang lingkungan, kebersihan, juga pemberdayaan masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pada prinsipnya ketika mengikuti lomba kami harus menang. Kami tidak mau melakukannya secara setengah-setengah. Oleh karena itu, berbagai piala berhasil kami dapatkan,” ungkap Lurah Kalipancur Indriastuti saat ditemui di kantornya, Jumat (23/5).
Pantas saja, di kantor yang yang terletak di Jalan Kalipancur Manyaran itu bertengger berbagai piala dari tahun ke tahun. Di antaranya adalah juara administrasi PKK 2002, juara PHBS Tatanan Rumah Tangga 2003, Juara IV Kelurahan Unggulan tahun 2004, juara I Kelurahan Unggulan Lomba Pelaksana 2008, juara III lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 2010, Juara I Evaluasi Program PKK Kelurahan Binaan tahun 2012, juara Kelurahan Ramah Lingkungan 2012, dan masih banyak yang lainnya. “Kami juga pernah meriah juara II dalam lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat nasional tahun 2007,” ucapnya bangga.
Indriastuti membeberkan, salah satu hal spesifik yang dimiliki oleh kelurahan dengan luas wilayah 125,32 hektare tersebut adalah pemberdayaan agrobisnis segala macam buah-buahan. Buah kelengkeng menjadi andalan. Hampir tiap rumah ada pohon kelengkeng. “Kegiatan tersebut diprakarsai oleh seorang warga yang bernama Budi P sejak tahun 2001,” imbuh lurah yang menjabat sejak 2010 ini.
Diceritakan, awalnya warga RT 06 RW 05 tersebut hanya menanam satu pohon. Setelah menikmati hasilnya, kemudian dikembangkan kepada warga sekitar. Dari situ kemudian berkembang menjadi besar dan luar biasa. Buah-buah yang dihasilkan telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar Semarang. “Bahkan pak Budi kini mulai mengembangkan di daerah lain,” ungkap perempuan yang sebelumnya pernah menjabat sebagai sekretaris lurah selama 4 tahun ini.
Hal yang tak kalah penting adalah dalam pemberdayaan masyarakat. Terutama dalam mengembangkan produk-produk kecil. Misalnya pembuatan bandeng presto, jamu, telur asin, kerupuk, dan berbagai industri kecil yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. “Ketika ada pameran, kami tidak merasa kesulitan untuk memajangnya. Karena kami memproduksinya sendiri,” imbuhnya.
Yang paling menonjol adalah usaha komposting. Kegiatan sering mengantarkan kota Semarang meraih penghargaan Adipura. Melalui komposting, daerahnya selalu dijadikan sebagai tempat studi banding. Tidak hanya dari daerah sekitar, tetapi juga hingga luar daerah. Bahkan beberapa waktu lalu pernah dikunjungi tamu dari Jepang dan Amerika.
“Produk dari komposting ini sebagian dimanfaatkan oleh warga sekitar, dan sebagian dipakai oleh kelurahan lain. Jika agrobisnis buah dilakukan di RW 5, usaha komposting dilakukan di RW 1. Jadi masing-masing RW mempunyai spesifikasi sendiri-sendiri,” imbuh perempuan yang pernah bekerja di Dinas Pariwisata Pekalongan dan Kota Semarang ini.
Indriastuti mengaku, semua prestasi yang didapat tidak terlepas dari peran warga masyarakat yang mau bersama-sama dan bekerja sama dalam membangun wilayahnya. Ketika mendapatkan bantuan untuk pemberdayaan masyarakat, langsung dimanfaatkan untuk membuat pelatihan keterampilan. Biasanya meminta bantuan dari dinas terkait. “Ada yang membuat bed cover, juga ada yang membuat bank sampah,” imbuhnya.
Indriastuti berharap ke depannya desa berpenduduk sekitar 17.645 jiwa yang terdiri dari 114 RT dan 12 RW ini terus berkembang di tengah semakin majunya peradaban. Jika selama ini kerap mendapatkan penghargaan, maka selanjutnya prestasi tersebut dapat dipertahankan. (fai/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.