Surat Pernyataan Dianggap ’Surat Cinta’

264

PKL Agus Salim Kembali Dirazia

PURWODINATAN — Jalan Agus Salim, tepatnya di kawasan depan gedung Johar Shopping Center (JSC) kembali semrawut karena dijejali pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar. Kemarin (26/5), petugas Satpol PP Linmas dan Dinas Perhubungan Kominkasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, kembali ’membersihkan’ Jalan Agus Salim.
Puluhan pedagang yang tengah duduk di depan barang dagangannya pun kalang kabut melihat petugas penegak perda datang. Pedagang yang mengetahui kedatangan petugas langsung mengemas barang dagangannya. Sejumlah tukang becak pun dipanggil untuk mengangkut barang. Ada juga pedagang yang telah menyiapkan mobil bak terbuka untuk memboyong dagangannya. Sementara beberapa petugas satpol PP turut membantu menaikkan barang pedagang ke atas becak dan mobil.
Ancaman sita barang dagangan yang sempat dilontarkan oleh Kepala Satpol PP Linmas Gurun Risyad Moko pun hanya sekadar isapan jempol belaka. Kemarin, pedagang masih diberi kesempatan pindah ke Jalan Arief Rachman Hakim, yang telah disediakan Dinas Pasar. ”Tindakan penertiban ini sudah kami lakukan berulang kali. Pedagang tidak mengindahkan imbauan kami. Sebenarnya kami sudah akan menyita barang dagangannya, tapi pedagang memohon-mohon agar tidak disita dan berjanji akan menempati lapak yang sudah disediakan Dinas Pasar. Jadi kami masih memberi kesempatan, karena kami ingin menertibkan dengan cara baik-baik,” terang Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Linmas Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, di sela penertiban.
Aniceto menambahkan, selama ini para pedagang juga sering diminta membuat surat pernyataan untuk tidak kembali berjualan lagi di Jalan Agus Salim, namun pedagang kembali mengingkari pernyataan tersebut. ”Mereka sudah bolak-balik membuat surat pernyataan tidak kembali lagi, tapi surat itu dianggap sebagai surat cinta. Sehingga mereka bisa seenaknya kembali lagi,” tandasnya.
Meski begitu, Aniceto menegaskan setelah penertiban ini pihaknya akan menerjunkan petugas untuk patroli setiap hari. Jika kedapatan pedagang kembali lagi ke Jalan Agus Salim, maka tanpa kompromi barang dagangannya akan diangkut. ”Operasi akan rutin kami gelar, selain itu kami juga akan menerjunkan petugas untuk patroli. Kalau ada pedagang kembali langsung kami sapu,” tegasnya.
Selain pedagang di Jalan Agus Salim, petugas penegak perda juga akan membongkar pedagang yang berada di Jalan Patimura. ”Sama seperti pedagang di Jalan Agus Salim ini, PKL di Jalan Patimura masih sering kembali meski sudah kami tertibkan. Minggu ini kami akan bongkar lapaknya,” imbuh Aniceto.
Robiyatun, 40,  pedagang ember di Jalan Agus Salim berharap pemkot tetap mengizinkan pedagang berjualan di bahu jalan tersebut. Sepi pembeli ketika pindah di Jalan Arif Rachman Hakim seakan menjadi alasan mutlak bagi pedagang. ”Saya harus mencukupi kebutuhan sekolah anak-anak. Sementara kalau jualan di dalam tidak ada orang lewat, sehari paling dapat Rp 10 ribu saja. Kami ingin jualan aman di depan sini (Jalan Agus Salim). Barang-barang yang kami bawa juga sedikit, jadi tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalan,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Dishubkominfo melalui bidang pengawasan dan pengendalian (wasdal) juga turut membersihkan kawasan Jalan Agus Salim, tepatnya yang ada di depan JSC, dari parkir liar. Sepeda motor yang terparkir dan ditinggal pemiliknya pun tak luput dari penggembosan. Sejumlah pemilik yang mengetahui motornya menjadi sasaran penertiban pun langsung datang dan berusaha memindahkan motornya. Meski sempat terjadi adu mulut antara petugas dengan pemilik kendaraan yang tidak terima ban motornya dikempesi, namun setelah diberitahu kesalahannya akhirnya pengendara itu pergi dengan sedikit kesal.
Petugas Wasdal Doni Muhammad Supiyanto mengatakan, pihaknya sudah kerap kali menyosialisasikan terkait kawasan larangan parkir. Namun hal tersebut tidak diindahkan oleh masyarakat. Meski sudah diberi tanda larangan parkir namun masih saja ada pengendara yang nekat parkir. ”Tindakan penggembosan ban ini kami lakukan karena para pengendara tidak mengindahkan sosialisasi yang kami lakukan. Di sini jelas-jelas ada rambu larangan parkir, tapi mereka tetap ngeyel,” terangnya. (zal/ton/ce1)