BPR Keluhkan Kenaikan Suku Bunga LPS

299

SEMARANG – Kenaikan suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) belum lama ini, dikeluhkan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Regulasi tersebut dinilai memberatkan kinerja BPR.
Ketua Persatuan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) DPD Jawa Tengah, Arif Budiarto, mengatakan, kenaikan suku bunga pinjaman yang dinaikkan LPS membuat bank bersaing ketat dan mau tidak mau juga menaikkan tingkat bunga pada nasabah. ”Hal ini jelas memberatkan kinerja kami. Tak hanya sesama BPR, tapi kami juga harus menghadapi persaingan dengan bank umum,” ujarnya, kemarin.
Disebutkannya, sekarang ini bunga penjaminan simpanan untuk rupiah di bank umum menjadi 7,75 persen, sedangkan BPR menjadi 10,25 persen. Kenaikan bunga tersebut berlaku mulai 15 Mei hingga 14 September 2014.
Menurutnya, kenaikan bunga pinjaman tersebut mengakibatkan nasabah tidak merasa diuntungkan. Terlebih kenaikan biaya dana akan meningkatkan biaya operasional keseluruhan. ”Dampak dari kebijakan baru tersebut mengakibatkan penyaluran kredit di BPR juga melambat karena nasabah merasa berat dengan bunga yang tinggi tersebut,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, kenaikan suku bunga pinjaman yang ditetapkan di masing-masing BPR berbeda-beda. Ini semakin memicu perang bunga simpanan di antara BPR. Rata-rata bunga yang dikenakan pada nasabah berkisar pada 18 persen hingga 21 persen. ”Ujung-ujungnya ini akan memukul banyak pengusaha mikro yang selama ini banyak jadi andalan BPR. Risiko gagal bayar angsuran kredit semakin besar,” tandasnya. (dna/smu/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.