Dituding Pencitraan, Ganjar Protes

339

”Aneh saja melihat ORI Jateng menyatakan Ganjar hanya pencitraan. Kalau itu saya protes keras, kayaknya dia mesti belajar dulu menjadi ORI.”

Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng

”Kalau datang terus ngamuk-ngamuk saja, itu pencitraan.”

Achmad Zaid
Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng

Tantang ORI
Bongkar Pungli

GUBERNURAN — Hubungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng Achmad Zaid memanas. Ini setelah Achmad Zaid menuding aksi Ganjar Pranowo saat marah-marah di jembatan timbang (JT) Subah, Kabupaten Batang beberapa waktu lalu hanya pencitraan semata. Hal itu membuat Ganjar berang. Orang nomor satu di Jateng itu pun balik menantang Ketua ORI Perwakilan Jateng Achmad Zaid untuk membongkar praktik-praktik pungutan liar (pungli) di lapangan yang merupakan bidang tugasnya.
”Aneh saja melihat ORI Jateng menyatakan Ganjar hanya pencitraan. Kalau itu saya protes keras, kayaknya dia mesti belajar dulu menjadi ORI,” ujar Ganjar kepada Radar Semarang.
Lebih lanjut Ganjar menantang ORI Perwakilan Jateng untuk berdebat dan ke lapangan bersama agar lebih proaktif. ”Seharusnya dia (ORI) membongkar ini. Pelayanan publik disidak semuanya daripada bikin komentar yang membuat publik berpikir itu memang tidak serius, ini bahaya,” paparnya.
Ganjar juga telah melaporkan Ketua ORI Perwakilan Jateng Achmad Zaid ke Ketua ORI Pusat, Danang Girindrawardana atas pernyataannya tersebut. Menurut dia, pihak terkait seharusnya bersinergi untuk menekan potensi-potensi korupsi.
Saat ditanya apakah saat ini masih sering melakukan inspeksi mendadak (sidak), dia menyatakan hal tersebut tidak selalu diberitahukan. ”Sidak kan nggak boleh ngomong-ngomong. Kalau ngomong namanya bukan sidak,” katanya.
Sebelumnya Achmad Zaid memberikan pernyataan di sebuah media online bahwa aksi Ganjar di JT hanyalah pencitraan semata. Pasalnya, aksi marah-marah itu dilakukan tanpa disertai tindakan yang komprehensif mengingat pemprov sendiri menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari JT. ”Kalau datang terus ngamuk-ngamuk saja, itu pencitraan,” tudingnya.
Selanjutnya, Zaid meminta Ganjar melakukan penataan ulang fungsi dan keberadaan JT. Agar penegakan perda bisa dilakukan maksimal, dia meminta hakim yang menyidangkan para awak truk untuk dibuatkan rumah dinas yang nyaman di sekitar JT.
Achmad Zaid sendiri ketika dikonfirmasi terkait tanggapan Ganjar tersebut menyatakan, jika aksi tersebut bukan pencitraan hendaknya dibuktikan tindak lanjut dari temuan sidak di JT Subah. ”Sampai sekarang kenyataannya tidak ada sanksi bagi petugas JT Subah yang melakukan pungli,” ungkapnya.
Dikatakannya, solusi permasalahan tidak bisa dilakukan secara parsial, seperti dengan menutup JT Subah dan beberapa JT lain.
Zaid menambahkan, secara pribadi tidak ada masalah dengan Gubernur Ganjar Pranowo, ”Tapi kalau memang mau membenahi jembatan timbang mari yang serius secara komprehensif, integral, dan strategis,” katanya. (ric/aro/ce1)