Eksekusi Rumah Keluarga Polisi Alot

394

BERGAS-Proses eksekusi tanah seluas 340 meter persegi dengan dua bangunan rumah tinggal dan kos-kosan dua lantai di Lingkungan Tegalsari, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, akhirnya dilaksanakan, Rabu (28/5) siang kemarin. Sesuai jadwal, eksekusi terhadap rumah milik Aiptu Heru Susanto anggota Satlantas Polsekta Ungaran, direncanakan dimulai pukul 09.00. Namun proses berjalan alot hingga baru dapat dilaksanakan pukul 12.45.
Alotnya proses eksekusi ini, karena pihak keluarga termohon, Aiptu Heru dan dua anaknya yang juga anggota Polisi meminta agar eksekusi diundur. Pihak termohon beralasan belum punya rumah pengganti dan menyatakan akan membeli kembali rumah tersebut.
“Saya minta hanya beberapa barang saja dulu yang dibawa, jangan semua barang dibawa. Karena saya akan tinggal dimana. Dan kalau saya mau ambil pakaian bagaimana. Selain itu, saya juga siap membeli kembali rumah ini seharga Rp 400 juta seperti yang diminta pemenang lelang. Kalau iya, uangnya sudah saya siapkan separuh, nanti sisanya bisa menyusul,” kata Heru pada wartawan di sela-sela proses eksekusi.
Namun pihak pemohon, Sugianti warga Semarang meminta Pengadilan Negeri (PN) Ungaran sebagai eksekutor tetap melaksanakan eksekusi. Sebab pihaknya sudah memberikan kelonggaran waktu, namun tidak digubris oleh termohon. Sehingga eksekusi tetap dilaksanakan.
Di tengah-tengah pelaksanaan eksekusi, kedua anak termohon Bripka Wawan dan Briptu Dedi datang ke lokasi dan menghalang-halangi proses eksekusi. Tetapi aksi kedua polisi itu dicegah dan keributan berhasil diredam oleh anggota Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Semarang yang telah disiagakan.
Proses eksekusi kemudian dilanjutkan kembali dan hingga berita ini diturunkan proses eksekusi masih berlangsung. Seluruh perabotan yang ada di dalam rumah termohon dikeluarkan dan diangkut dengan tiga truk menuju rumah penampungan sementara untuk ditinggali keluarga termohon. Begitu juga dengan belasan penghuni kos juga diminta mengosongkan rumah kos tersebut. Selanjutnya rumah tersebut disegel.
Data dari PN Ungaran, eksekusi rumah tersebut dilakukan setelah termohon tidak dapat membayar hutangnya di sebuah bank. Nilai pertanggungannya sekitar Rp 175 juta untuk rumah dua lantai yang digunakan untuk kos-kosan dan Rp 75 juta untuk rumah tinggal. Sehingga tanah seluas 340 meter persegi yang di atasnya berdiri dua rumah itu disita untuk dilelang. Sedangkan pemenang lelang Sugiyanti mengajukan eksekusi ke PN Ungaran.
Sekretaris Panitera PN Ungaran, Mat Djuskan mengatakan bahwa eksekusi ini berdasarkan surat Penetapan Eksekusi nomor : 14/ pen. Pdt. Eks/2012/ PN. Ung. Tentang perintah Eksekusi Riil. Eksekusi itu agar lahan tersebut dikosongkan sesuai permohonan eksekusi dari Sugiyanti warga Kota Semarang. “Proses eksekusi ini sesuai surat penetapan eksekusi untuk pengosongan lahan,” tutur Mat Djuskan. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.