Menara Eiffel dari Kue Bekatul

397

SEKAYU — Miniatur Menara Eiffel yang terbuat dari 10 ribu keping kue kering tampak cantik menghiasi Atrium Mal Paragon, kemarin (29/5). Diletakkan tepat di depan pintu masuk, replika ini langsung mencuri perhatian pengunjung. Replika dengan ketinggian 3,2 meter dan luas ini merupakan bagian Fortune Baking Festival 2014 bertema The Story of 10.000 Retro Chocolate Cookies. Tak sebatas susunan keping kue saja, hiasan dari cokelat warna-warni dengan berbagai bentuk membuatnya kian cantik.
Tak sedikit pengunjung yang mengabadikannya melalui kamera ponsel. Yuli, 26 salah satunya. Cowok yang datang bersama teman perempuannya ini tampak sibuk mengatur gaya di samping tali pembatas kue. ”Kreatif dan menarik. Bukan hanya dari jumlah kepingnya saja, tapi penataan serta detail hiasannya,” puji Yuli.
Miniatur Menara Eiffel itu berupa susunan kue kering berbentuk kotak melapisi kue tart secara keseluruhan. Menara berdiri kokoh di atas kue tart berbentuk persegi berukuran 4 meter x 4 meter. Kue semakin cantik dengan ornamen pohon, anjing, menara cokelat, sepeda, kafe, hingga penyanyi seriosa.
Salah satu penggagas pembuatan Miniatur Menara Eiffel tersebut, Ifen, mengatakan, Menara Eiffiel dibuat replika untuk menguji kemampuan setelah beberapa tahun lalu berhasil membuat replika Tugu Muda. Bahan dasar kue terdiri atas 100 kg tepung beras bekatul, 50 kg gula pasir, 50 kg telur, 50 kg gandum dan cokelat 300 kg. ”Menara Eiffel diwujudkan dalam tiga dimensi, sedangkan kue dan hiasan berbentuk dua dimensi. Untuk pembuatan kue kering membutuhkan waktu satu bulan, sedangkan penataan display dikerjakan selama dua hari,” jelasnya.
Kue tersebut, kata dia, juga inovasi karena berbahan dasar tepung beras bekatul. Kue dari tepung bekatul memiliki tingkat kesulitan tinggi, karena susah renyah. Jadi, adonan harus dibuat sedemikian rupa supaya cookies tetap renyah saat digigit.
Pemilik toko bahan kue dan kursus cake yang juga menggagas miniatur tersebut, Agripina Aileen, menambahkan, kreativitas di bidang kuliner dibutuhkan untuk bertahan dan tetap digemari masyarakat luas. Selain itu, kata dia, kemampuan mengolah kue juga berkembang mengikuti selera pasar. Pameran sendiri digelar mulai 29 Mei-1 Juni 2014. Beragam kegiatan di bidang kuliner dan kue sudah disiapkan seperti seminar, junior chef competition, chef competition dan lainnya. (dna/aro/ce1)