Penjualan Rumah Menengah Bergairah

291

SEMARANG – Sebanyak 91 unit rumah terjual dalam pameran perumahan REI Expo Jateng di Mal Paragon sepanjang Mei. Jumlah tersebut meningkat dari pameran serupa di awal tahun ini.
”Pada pameran bulan sebelumnya, rumah yang terjual hanya sekitar 50 unit saja,” kata Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi, Publikasi, Pameran dan Humas Dibya K. Hidayat di sela penutupan pameran perumaha REI Expo, kemarin. Menurutnya, peningkatan penjualan rumah tersebut karena kondisi perbankan yang lebih stabil, meskipun masih belum ada penurunan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). ”Dengan kestabilan ini diharapkan kian menggairahkan masyarakat untuk membeli properti,” ujarnya.
Selain itu, kenaikan juga disebabkan oleh dampak dari diberlakukannya pengetatan loan to value (LTV) tahun lalu. Yaitu untuk KPR, inden dan uang muka progresif bagi rumah kedua dan ketiga. Uang muka minimal 30 persen dari harga ini dinilai sebagai angka yang cukup besar. ”Sebelumnya uang muka boleh di bawah 30 persen. Nah sejak diberlakukan kebijakan tersebut, berarti yang tadinya sudah siap mau bayar DP, harus mengumpulkan uang lagi. Bisa jadi yang sekarang beli ini mereka yang tahun lalu belum jadi beli,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari 91 unit rumah yang terjual, sebagian besar merupakan kategori rumah menengah dan menengah ke atas. Untuk rumah menengah ke atas sekitar 10 unit, sedangkan sisanya kategori rumah menengah. ”Dari 22 pengembang yang mengikuti expo kali ini semuanya menjual rumah menengah dan menengah ke atas. Tidak ada pengembang yang menjual rumah murah. Penjualan didominasi oleh rumah menengah,” tambahnya. (dna/smu/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.