Rusak karena Dilalui Truk Galian C

263

MUNGKID– Kerusakan parah yang terjadi di Jalur Solo-Selo-Borobudur—utamanya di ruas jalan Blabak-Sawangan Kabupaten Magelang– kembali diperbaiki oleh rekanan pelaksana proyek senilai Rp 6 miliar itu. Perbaikan dilakukan, karena pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan.

”Ada waktu sampai Sabtu (31/5) nanti. Sekarang kita kebut perbaikannya,” kata pengawas lapangan proyek, Slamet Suyitno, kemarin.
Dari pantauan lokasi, satu alat berat (bulldozer) dioperasikan untuk mengeruk lapisan aspal pada permukaan ruas jalan yang rusak di km 15.200 hingga 16.700. Tepatnya, di wilayah Dusun Margowangsan, Desa Sawangan, tak jauh dari Mapolsek Sawangan.
Slamet mengatakan, pekerjaan serupa akan dilaksanakan di ruas jalan arah hilir, km 10-600 hingga km 11-600. Selanjutnya, permukaan akan dipadatkan dengan alat berat vibro roller berbobot lebih dari 8 ton.
Pemadatan ditargetkan selesai akhir pekan ini. “Setelah kepadatan permukaan jalan dipandang sudah memadai, akan dilapisi aspal hotmix yang rencananya dilaksanakan pekan depan. Untuk itu, rekanan telah menyiapkan sekitar 200 ton aspal,” katanya.
Sebenarnya, menurut Slamet, selama masa pemeliharaan terhitung mulai awal Desember 2013, rekanan telah melakukan 4-5 kali perbaikan. Tapi, begitu selesai diperbaiki, kembali rusak. Sebab, terus-menerus dilewati truk pengangkut galian C yang melebihi daya muat.
Ia mengingatkan, jalan provinsi itu hanya mampu menahan beban
kendaraan, dengan muatan maksimal 10 ton.
“Supaya kondisi jalan bisa lebih awet, perlu ada pengawasan ketat dari para pihak terkait di bidang angkutan,” harapnya, di sela memantau perbaikan ulang yang dibiayai dana lima persen dari nilai proyek APBD Jateng 2013 itu.
Seperti diberitakan, baru selesai dikerjakan akhir November 2013, proyek peningkatan ruas jalan Blabak-Jrakah di wilayah Magelang, sudah rusak lagi. Proyek APBD Jateng 2013 senilai Rp 6 miliar dari APBD Jateng itu, dilaksanakan oleh PT Sempalan Teknologi Nasional asal Kudus.
Pekerjaan terbagi dalam dua paket. Yaitu, betonisasi sepanjang 900 meter dan pengaspalan sejauh 1,2 km.
Kerusakan tampak jelas di km 10 hingga km 16 dari arah Blabak. Di sejumlah titik, lapisan aspal banyak yang mengelupas hampir selebar badan jalan. Kondisi seperti itu, memaksa pengendara mobil dan sepeda motor,
pilih melintas di bahu jalan.
Akibat kerusakan, jalur tersebut kerap terjadi kecelakaan. Sebab, sebagian pengguna jalan dari arah Ketep Pass, lebih memilih badan jalan di sisi kanan, yang aspalnya masih utuh. Mereka harus berebut cepat dengan
pengendara lain dari arah berlawanan.
“Kerusakan begitu telah menimbulkan banyak korban kecelakaan. Ada yang terjatuh terjebak lubang, dan ada pula yang bertabrakan dengan pengendara lain karena berebut jalan,” kata sejumlah warga di sepanjang jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) tersebut. (vie/lis)