Berdoa untuk Keamanan Pelaksanaan Pilpres

312

Pendeta Bali Gelar Agnihotra

SOLO – Sejumlah Pendeta Bali melakukan upacara agnihotra di Pendopo Keraton Solo, Sabtu (31/5). Upacara diyakini umat Hindu sebagai upacara tertinggi dan besar itu adalah untuk meminta pelaksanaan Pilpres 2014 berjalan aman dan lancar.
Pendeta Idha Shri Bhegawan Nabe Wira Panji Yoginanda seusai melakukan upacara mengatakan, upacara agnihotra ini adalah untuk menetralisir alam semesta dari kekuatan jahat menjadi baik. Upacara ini sengaja dilakukan di Solo karena dirinya mendapat firasat dari dewa untuk melakukan di Keraton Solo.
“Ini adalah upacara terbesar bagi umat Hindu. Selain untuk meminta keamanan serta kelancaran pada Pilpres, juga untuk kelanggengan Keraton Solo, Pura Keraton Solo yang telah dihibahkan kepada umat Hindu serta untuk pendeta tertinggi dunia yang ada di Bali,” terangnya.
Ia mengatakan, upacara diikuti sekitar tujuh orang dengan diamini Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger putra Paku Buwono (PB) XII selaku tuan rumah. Selama upacara berlangsung, juga disajikan sejumlah sesajian seperti pisang, kue dan lainnya. Sesajian itu sebagai simbol untuk kelancaran dan rizki dari dewa yang diberikan kepada manusia.
Selama upacara berlangsung semua dewa diyakini turun untuk mengamini doa-doanya.
“Artinya, unsur kebhinekaan yang ada di Keraton Solo ini benar-benar tercermin. Meski sebagai kerajaan Islam, upacara adat umat Hindu dapat dilakukan di sini.”
Idha Shri Bhegawan kembali menegaskan, pada pelaksanaan Pilpres 2014 masyarakat diminta untuk teliti, cermat untuk menentukan pilihannya. Karena pemimpin yang terpilih akan menentukan nasib bangsa Indonesia selama lima tahun kedepan.
KGPH Puger menambahkan, pihaknya tidak mengundang rombongan pendeta dari Bali itu. Namun kedatangannya ke Keraton Solo adalah panggilan dari leluhurnya di Bali. Sehingga upacara agnihotra yang biasa dilakukan di Bali, dilakukan di Solo. Puger juga mengatakan, kedatangan pendeta Bali bentuk kebhinekaan Keraton Solo dalam menjaga amanah nusantara.
“Upacara yang dilakukan Pendeta Bali ini adalah satu bukti perjalanan Keraton Solo dari leluhur yang mengayomi semua komunitas di bumi nusantara,” imbuh Puger. (bib/jpnnton)