DB, 60 Dirawat, 3 Tewas

344

KAJEN-Terhitung 5 bulan, sejak Januari-Mei 2014, sebanyak 60 orang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga dirawat di Puskesmas dan RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar penderita adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun. Namun 3 di antaranya meninggal dunia.
Hartanti, 38, warga Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni. mengungkapkan bahwa sejak ada warga di sekitarnya meninggal karena penyakit demam berdarah, kini sudah ada 6 warga yang dirawat di Puskesmas.
”Saya sudah lapor ke pemerintah kelurahan, minta disemprot atau fogging, tapi belum direspon. Padahal banyak warga yang terkena demam berdarah,” ungkap Hartanti, Minggu (1/6).
Sedangkan Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan, Kabupaten Pekalongan, Suwondo, mengatakan bahwa penderita DBD akan terus meningkat pada 2014 ini, jika dibandingkan tahun 2013 lalu yang tercatat 291 kasus DBD dan 3 meninggal.
Menurutnya, tidak hanya demam berdarah yang menyerang warga, penyakit chikungunya juga mulai menyerang, khususnya di Kecamatan Kedungwuni. “Penderita Penyakit DBD dan chikungunya, sebagian besar berasal dari Kecamatan Kedungwuni. Mungkin, karena daerah tersebut merupakan permukiman yang paling padat, jika dibandingkan kecamatan lainnya,” kata Suwondo.
Suwondo menjelaskan, jumlah penderita demam berdarah akan terus meningkat, mengingat musim pancaroba masih berlangsung dan hujan sering turun. Hal ini yang menyebabkan banyak sarang nyamuk terbentuk.
Sementara itu, Camat Kedungwuni Sri Sumarwati membantah, jika Kecamatan Kedungwuni merupakan salah satu wilayah yang warganya terserang demam berdarah paling banyak. Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilaksanakan di dua desa endemis, yakni Pekajangan dan Kedungwuni Barat, didapatkan Angka Bebas Jentik sebesar 65 persen dari 162 rumah. “Saya sendiri yang memimpin operasional Angka Bebas Jentik,” bantah Sri Sumarwati. (thd/ida)