Ditemukan DPSHP Bermasalah

319

Perlu Perbaikan, Demi Pemenuhan Regulasi

BOYOLALI–Menjelang ditetapkannya daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran (DPSHP) pemilu presiden (Pilpres), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Boyolali menemukan sejumlah masalah. Temuan yang terbesar adalah adanya pemilih ganda. Dari 6.349 DPSHP bermasalah, 306 di antaranya adalah pemilih ganda.
Anggota Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho mengatakan bahwa temuan ini berdasarkan hasil pengawasan Panwaslu Boyolali terhadap rekapitulasi DPSHP. Pihaknya merekomendasikan kepada KPUD untuk segera melakukan perbaikan sebelum DPSHP ditetapkan. ”Hari ini juga (kemarin, Red) kami kirim rekomendasi itu,” ungkapnya, kemarin (2/6).
Menurut dia, dari 6.349 DPSHP yang bermasalah terdapat nama ganda 306 orang. Bermasalah pada nomor kartu keluarga 1.216 kasus. Nomor induk kependudukan 1.667 kasus. Permasalahan nama 152 kasus, tempat tanggal lahir 175 kasus, status perkawinan 510 kasus, jenis kelamin 64 orang, dan salah alamat 49 orang.
Menurut dia, guna mempermudahkan perbaikan, pihaknya memiliki data DPSHP yang bermasalah sesuai dengan by name dan by addres masing-masing orang. Data tersebut sudah ada di tingkat panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk memudahkan koordinasi dengan PPK.
Hal ini dilakukan lantaran perbaikan dimulai dari tingkat bawah. Diakuinya, meski ribuan DPSHP tersebut bermasalah, namun warga pada akhirnya masih bisa memilih dengan menggunakan KTP. Namun substansinya pemenuhan regulasi yang ada.
Sehingga, pihaknya berharap rekomendasi yang disampaikan ke KPU dapat ditindaklanjuti dengan cermat. Sebab, jika tidak dilakukan pencermatan dan pembersihan, maka tidak ada gunanya keberadaan petugas pemutakhiran data pemilih.
Sementara itu, jumlah DPSHP pada pilpres mendatang mengalami peningkatan dibanding pemilu legislatif (pileg) kemarin. Jika pada pileg kemarin tercatat 792.152 pemilih, maka berdasarkan DPSHP yang tengah disusun ini, jumlah DPSHP mencapai 803.676 pemilih.
Diberitakan sebelumnya, jumlah pemilih berdasar DPSHP di Boyolali mengalami peningkatan. Dari sejumlah peningkatan itu, pemilih pemula menjadi penyumbang terbesar penambahan jumlah tersebut. Sedangkan peningkatan jumlah pemilih untuk pilpres mendatang mencapai angka 11.524 pemilih.
Pada pileg lalu, tercatat 792.152 pemilih. Sedangkan untuk pilpres mendatang tercatat 803.676 pemilih. ”Perubahan jumlah ini dihitung dari daftar pemilih tetap (DPT) pada pileg kemarin yang dikalkulasikan dengan daftar pemilih khusus (DPK) dan pemilih pemula,” ungkap Komisioner KPUD Boyolali Bidang Pemutakhiran Data Pemilih Wahyu Prihatmoko. (wo/un/ida)