Kualitas Pendidikan Tidak Merata

362

KALIGAWE – Kualitas pendidikan Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara berkembang lainnya. Dari beberapa survei yang ada, hampir semuanya menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia kualitasnya masih rendah.
“Namun demikian, para anak bangsa cukup berprestasi di ajang olimpiade MIPA tingkat internasional dan hampir setiap tahun memperoleh medali emas,” kata Subagyo, guru berprestasi tingkat nasional tahun 2013 saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk ‘Pendidikan Menuju Generasi Emas’ Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Sabtu (31/5). Menurut guru SDN Taman Pekunden ini, masalah pemerataaan pendidikan di Indonesia belum terpenuhi.

Tentang kurikulum 2013, ia mengatakan, kurikulum tersebut memang disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. “Karena kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Hal yang diharapkan adalah siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang,Bunyamin mengatakan, perubahan di lingkup pendidikan tidak dapat dicapai dengan cepat. “Berbagai perubahan memerlukan persiapan yang serius sebelum waktu perubahan datang,” katanya.
Ia juga mengatakan tentang pengembangan sekolah dasar unggul dalam implementasi kurikulum 2013, menurutnya sekolah unggul adalah sekolah yang mampu memberikan layanan optimal kepada seluruh anak dengan berbagai perbedaan bakat, minat, kebutuhan belajar. “Sekolah mampu meningkatkan secara signifikan kapabilitas yang dimiliki anak didik menjadi aktualisasi diri yang memberikan kebanggaan,” katanya.

Dalam seminar tersebut, Bunyamin juga menyinggung tentang permasalahan dalam kurikulum 2006. Menurutnya kurikulum 2006 belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global. “Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru,” katanya. (mg1/ton)