Tak Sarjana, Sulit Dapat Honor

309

KENDAL—Sebanyak 57 persen tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) belum memiliki gelar sarjana (S1). Akibatnya, para pengajar di dua lembaga tersebut kesulitan mendapatkan honor sertifikasi.
“Honor sertifikasi hanya diberikan kepada guru yang sudah dinyatakan lulus S1,” kata Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal, Irianto.
Menurutnya, guru PAUD dan TK yang belum lulus sarjana sebanyak 2.862 pengajar. “Karena itu, kami terus menggalakkan agar para pengajar TK dan PAUD mengambil kuliah dan bisa lulus S1,” ujarnya, kemarin.
Kenyataan tersebut sangat memprihatikan jika dibandingkan dengan tenaga anak-anak di luar negeri yang mengharuskan seorang guru minimal bergelar doktor. Sebab, mengajar anak kecil lebih susah ketimbang mengajar orang yang bisa berpikir atau cukup umur untuk belajar di sekolah.
”Kendati begitu, Disdik Kendal memang kekurangan tenaga pengajar. Terutama untuk memenuhi program seribu TK dan PAUD, setelah ada kebijakan setiap kelurahan wajib memiliki satu lembaga TK dan PAUD,” tuturnya.
Saat ini jumlah PAUD di Kendal baru mencapai 903 dan TK 262 lembaga. Jumlah peserta didiknya lebih dari 28.462 anak. “Ada tiga kelurahan yang belum memiliki PAUD dan TK, yakni Tunggulrejo dan Banyutowo di Kendal, dan Medono-Boja. Selain itu, kami masih melakukan pendataan desa-desa yang belum memiliki TK dan PAUD,” tuturnya.
Kepala Disdik Kendal, Muryono mengungkapkan bahwa tercatat ada 10 persen guru tingkat SD yang belum S1. Yakni ada 900 guru dari total sebanyak 9.000 guru. “Dari jumlah guru di Kendal, baru 48 persen atau 4.310 guru yang sudah bersertifikasi dan mendapatkan honor atau tunjangan sertifikasi. Sebanyak 8,4 persen atau 750 guru masih dalam proses sertifikasi,” katanya. (bud/ida)