Korban Intimidasi Berencana Lapor Polisi

260

JEPARA – Keselamatan pejuang K2 di Kabupaten Jepara terusik. Pihak kepolisian perlu memberikan jaminan keamanan. Ini menyusul yang dilakukan pejuang K2 ternyata menuai ancaman yang membahayakan bagi keselamatan diri mereka.
Pejuang kasus honorer kategori dua (K2) Jepara Fathur Rozak mengaku, mendapatkan intimidasi dari orang tidak dikenal. Fathur mengaku, ditodong pisau dan dicekik oleh tujuh orang tak dikenal. Atas peristiwa itu, Fathur Rozak berencana melapor ke polisi.
Intimidasi itu ia alami pada Jumat (30/5) lalu. Fathur saat itu hendak pergi menuju lokasi verifikasi faktual di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara pada pukul 08.00.
Sesampai di kawasan RSUD Kartini, ia dihadang tujuh kawanan orang tidak dikenal. Mereka meminta mengentikan memperjuangkan kasus K2.
Namun ancaman tersebut, berhenti berkat perlawanan yang dilakukan Fathur. ”Saya melawan mereka dengan menggertak balik. Kemudian mereka melarikan diri dengan sendirinya,” ucapnya.
Ia mengaku, tidak takut dengan ancaman-ancaman itu. Ia siap terhadap segala risiko yang menimpanya demi memperjuangkan K2.
Praktik ancam mengancam terhadapnya, diakui bukan yang pertama kali. Dia mengaku, ancaman yang dialaminya itu sudah beberapa kali. Bahkan dia pernah diancam oleh seseorang yang tidak dikenal akan disantet jika terus melanjutkan kasus K2.
Setelah diancam di pinggir jalan kawasan RSUD Kartini itu, ia membatalkan rencananya untuk meninjau langsung proses verifikasi faktual di Kantor BKD Jepara. Dia memilih memantau dari jarak jauh.
Hal itu ia lakukan untuk menghindari peristiwa serupa yang mungkin mengancam keselamatan dirinya, jika masih memaksa untuk datang ke lokasi verifikasi. ”Saya urungkan datang langsung ke lokasi dengan memantau dari jauh saja,” katanya. (him/zen/jpnn/ric)