Pengedar Sabu Lintas Lapas Dibekuk

306

BARUSARI — Seorang pengedar narkotika jenis sabu-sabu berhasil dibekuk aparat Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Tersangka diketahui bernama Arianto, 39, warga Jagalan, Semarang Tengah. Ia dibekuk ketika hendak mengedarkan barang haram di depan toko bangunan ”Langgeng” Jalan Karanganyar, Semarang Tengah, Senin (2/6) sekitar pukul 13.00.
Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 83 gram narkotika jenis sabu, sebuah timbangan, handphone, serta beberapa plastik kecil yang dipakai membungkus sabu menjadi paket kecil-kecil. Sebelum tertangkap, petugas sudah nyanggong di lokasi tersebut. Tersangka merupakan pengedar kelas besar dan merupakan jaringan lintas lapas.
Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Iskandar Sitorus mengatakan, tersangka Arianto sudah menjadi target operasi (TO) sejak lama. Keberadaannya selalu dipantau, karena merupakan pengedar kelas kakap. Ia kerap mengedarkan barang haram dalam jumlah besar. ”Tersangka merupakan jaringan Lapas Pekalongan. Ia mendapatkan barang dari narapidana berinisial K,” jelasnya.
Dari pengakuan tersangka Arianto, kata Iskandar, bisnisnya itu sudah berjalan selama enam bulan lebih. Ia selalu mendapatkan perintah dari K melalui SMS, kemudian mengambil barang di jalanan yang sudah ditentukan. ”Tersangka mendapatkan 1 paket besar, kemudian dijadikan kecil-kecil. Jadi sudah kelas kakap,” katanya.
Saat ditangkap, dari tangan tersangka didapatkan tiga peket sabu siap edar. Petugas kemudian melakukan pendalaman dan mendapatkan 80 gram sabu yang belum dipaket. Barang itu didapatkan dari rumah tersangka di Jagalan, Semarang Tengah. Untuk mengelabui petugas, sabu dipaket kemudian dimasukkan ke dalam kotak handphone. ”Ini gudang narkotika di Semarang. Cukup besar barang yang diedarkan,” ujarnya.

Tersangka Arianto mengaku, mendapatkan fee Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu untuk sekali antar. Dalam sehari setidaknya bisa mengantar 20 sampai 25 gram paket sabu. ”Saya hanya mengantar, lokasi semua sudah ditentukan,” katanya.
Biasanya satu paket sabu dimasukkan ke dalam plastik kemudian dipaket kecil. Setelah itu, barang ditaruh di lokasi yang sudah ditentukan oleh K. Untuk satu gram sabu dijual seharga Rp 1,5 juta. ”Dapatnya paket besar, kemudian saya bagi kecil-kecil. Saya edarkan di Semarang,” akunya.
Iskandar Sitorus menegaskan, akan menindak tegas para pengedar narkotika di Kota Atlas. Pihaknya juga masih menelusuri keberadaan K yang diakui tersangka Arianto sebagai narapidana di Lapas Pekalongan. ”Masih terus kami kembangkan, Arianto ini jaringan besar yang beraksi dari jaringan lapas,” katanya. (fth/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.