Rumah Dinas Dieksekusi, Penghuni Tolak Pindah

642

PETERONGAN — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng – DIJ, Selasa (3/6) menertibkan penggunaan rumah dinas di sejumlah tempat. Yakni di Jalan Erlangga, Dempo Gajahmungkur dan Jalan Lamper I Semarang. Total ada 20 rumah dinas yang ditertibkan karena dihuni oleh mereka yang tidak berhak lagi menempati rumah tersebut.
Saat menertibkan di Jalan Lamper I No 45 dan 48, ahli waris penghuni rumah menolak pindah. Akibatnya sempat terjadi ketegangan.
Salah seorang ahli waris, Bambang Priyatno mengaku telah menempati rumah itu selama 43 tahun. Sehingga ia meminta kompensasi untuk meninggalkan rumah ini. ”Kalau barang-barang saya mau dipindah tidak masalah, tetapi saya belum punya rumah. Dan itu urusannya sama Yang Kuasa,” katanya.

Bambang merupakan ahli waris dari almarhum Sukirno, mantan pegawai Bea Cukai. Karena ahli waris tidak berhak menempati rumah dinas tersebut, maka petugas membujuk Bambang agar mau meninggalkan rumah yang akan ditertibkan. Meski demikian, penertiban tetap dilakukan. Barang-barang milik Bambang dinaikkan ke atas truk untuk dipindahkan. 

Hal yang sama juga terjadi di rumah nomor 45 yang dihuni Rhonal Marsius, ahli waris almarhum Ari Sutanto. ”Kami minta tenggang waktu,” ungkap Rhonal.
Janda dari Ari, Longga Mariketini Ritonga marah-marah pada petugas yang mau mengeksekusi rumah yang dihuninya. Ia tidak terima saat petugas menaikkan barang-barangnya ke dalam truk. ”Saya tidak terima, saya istri pejuang, istri mantan pejabat. Terus saya harus tidur di luar?” teriak Longga berkali-kali.
Pihak keluarga sudah mengajukan permohonan agar mereka bisa menghuni rumah hingga istri Ari meninggal dunia. Tapi permohonan tersebut tidak dikabulkan. Keluarga Ari telah melaporkan masalah ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. 

Plt Kepala Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jateng-DIJ Parjiya mengaku telah melakukan sosialisasi kepada warga yang menempati rumah dinas ini. Total ada 20 rumah dinas yang ditertibkan dari 3 lokasi. Terdapat 2 penghuni rumah yang menolak pindah. ”Tetapi dengan pendekatan akhirnya mereka bisa keluar,” katanya. (hid/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.