40 Industri Kecil Rokok Gulung Tikar

369

SEMARANG – Sebanyak 40 industri kecil rokok di Jawa Tengah gulung tikar. Alih pekerjaan disiapkan guna mengatasi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.
”Berdasarkan data yang kami kumpulkan, hingga pertengahan tahun ini di Jateng ada 40 industri kecil rokok yang tutup. Kalau yang industri besar tidak ada,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Petrus Edison Ambarura, kemarin.
Dari tiap-tiap industri kecil ini setidaknya memiliki 10 hingga 20 pekerja. Sehingga minimal ada 400 pekerja yang kehilangan mata pencaharian mereka pasca tutupnya industri kecil rokok tersebut. ”Hal ini yang perlu diperhatikan. Karena jumlah tersebut tidak sedikit, dan mereka perlu segera mendapatkan pekerjaan baru guna menghidupi kesehariannya,” jelas Edison.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan alih profesi. Dari yang semula pekerja di industri rokok, lantas dibina dengan pembekalan untuk menjadi pedagang maupun pengusaha di bidang lain. ”Kita siap membekali mereka dengan berbagai keterampilan untuk alih pekerjaan. Seperti mengolah bahan baku pertanian menjadi olahan kuliner atau industri kerajinan, berdagang dan lain-lain,” ungkapnya.
Alih pekerjaan ini ditekankan karena untuk usaha rokok khususnya kretek kini memang dibatasi. Hal tersebut terkait dengan pasar global yang mensyaratkan kadar nikotin dalam rokok dengan jumlah tertentu. ”Solusi dari kami memang diusahakan untuk alih pekerjaan. Soalnya untuk rokok kretek ini memang terkait dengan kesehatan. Jadi untuk yang masih bertahan juga harus memperhitungkan kualitas serta kadar nikotin,” tegasnya.
Wakil Ketua Apindo Jateng Bidang Pengupahan Noerwito mengatakan, secara nasional pada tahun 2007 setidaknya terdapat sebanyak 4 ribu perusahaan rokok. Kemudian berkurang drastis hingga kini tinggal sekitar seribu. Untuk Jateng pada tahun 2007 ada sekitar 1.700, sekarang tidak lebih dari 500. (dna/smu/ce1)