Ayah Gauli Anak, Hamil 4,5 Bulan

360

BARUSARI — Sungguh bejat perbuatan Ps, 38, warga Semarang Utara. Betapa tidak, ia tega menggauli putri kandungnya hingga hamil 4,5 bulan. Korban sebut saja Bunga, 15, masih berstatus siswi salah satu SMP di Kota Semarang. Tak terima dengan kejadian itu, ibunda Bunga, Fr, melaporkan Ps ke Mapolrestabes Semarang.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, Bunga merupakan putri kandung pertama Ps dengan Fr. Karena bekerja menjadi TKW di Singapura pada 2006-2013, Fr pun menitipkan Bunga kepada sang ayah untuk merawatnya. ”Saya memang kerja di luar negeri, jadi Bunga cuma tinggal dengan ayahnya,” kata Fr saat melapor.
Setelah kontrak kerja di Singapura selesai, akhirnya Fr memilih pulang pada 2013. Sampai di rumah, Fr kaget mendapati kondisi anaknya berubah, terutama perutnya mulai membuncit. Ketika ditanya, Bunga enggan bicara. Tapi setelah didesak akhirnya Bunga mengaku sudah hamil 4,5 bulan.
Kekagetannya kian bertambah manakala tahu yang menghamili anaknya adalah sang ayah, Ps. Padahal selama ini, suaminya tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan. Pun ketika diminta untuk mengurus sang anak ketika dirinya hendak berangkat ke Singapura. ”Dari pengakuan anak saya, aksi bejat itu sudah dilakukan sejak Desember 2013. Ini sudah dilakukan berkali-kali,” katanya.

Tidak terima dengan kejadian itu, akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke polisi. Hingga kemarin, kasus pencabulan anak di bawah umur ini masih dalam penyelidikan aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang.
”Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan ibunya. Sampai saat ini masih terus kami dalami,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Wika Hardianto mengimbau agar orang tua lebih waspada dalam menjaga sang anak. Sebab, pelaku kekerasan seksual pada anak di bawah umur rata-rata didominasi orang dekat korban. ”Ini harus menjadi pembelajaran, jangan sampai terulang,” pesannya. (fth/aro/ce1)