Banjir Rob, Gatal-Gatal Serang Warga

417

PEKALONGAN-Akibat banjir rob sebulan terakhir di Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, kini warga diserang penyakit gatal-gatal. Pasalnya, air banjir tersebut menggenang dan masuk ke rumah-rumah warga. Bahkan, sangat menganggu aktivitas warga.
Zaenal, 34, ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, mengungkapkan bahwa penyakit gatal-gatal yang menyerang warga, sebagian besar menimpa anak-anak dan orang tua.
“Sepekan terakhir, banjir rob naik terus, terutama kalau sore hari. Hujan sedikit saja, dipastikan banjir dan masuk ke rumah warga. Akibatnya, penyakit gatal-gatal menyerang warga,” ungkap Zaenal, Rabu (4/6) siang kemarin.
Menurut Zaenal, sekitar 100 warga lebih yang terkena gatal-gatal, hanya diobati dengan salep yang dibeli di warung terdekat. ”Warga enggan berobat ke Puskesmas, karena harus antre lama, serta pelayanan yang sekedarnya,” katanya.
Kepala Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Sunardi, menganggap bahwa penyakit gata-gatal dan diare tersebut bukan masalah serius. Karena sepanjang tahun, banjir rob terjadi. Namun warga berharap, adanya posko kesehatan untuk membantu warga yang terkena penyakit diare dan gatal-gatal.
”Kalau gatal-gatal, warga sudah terbiasa. Demikian juga dengan diare, memang kerap dialami warga. Karena itu, warga minta adanya posko kesehatan yang buka 24 jam,” terang Sunardi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Hery Wibowo, mengungkapkan bahwa 13 kelurahan di Kota Pekalongan sangat rentan terkena penyakit diare dan demam berdarah. Termasuk Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Panjang. ”Karena itu, Dinkes melalui Puskesmas terdekat, akan rutin mendatangi warga, guna memberikan pengobatan gratis untuk membantu warga korban banjir rob,” jelas Hery.
Hery juga melarang anak-anak bermain di tempat air kotor, agar tidak gampang terkena penyakit. Demikian juga dengan saluran air, harus dibersihkan agar dapat mengalir lancar dan tidak memberikan kesempatan nyamuk berkembang biak. ”Warga harus belajar hidup sehat dan jangan mengandalkan bantuan terus. Karena kemampuan Pemkot Pekalongan juga terbatas,” tandas Hery. (thd/ida)