Jadwal Mundur, PSIS Yunior Berbenah

287

SEMARANG – Jadwal sepak bola remaja U-18 Piala Soeratin 2014 dipastikan mundur. Awalnya Piala Soeratin akan digelar 7 Juni. Namun karena telah memasuki masa kampanye Pilpres 2014 dan puasa, pelaksanaan ditunda hingga 7 Agustus. Penundaan itu tidak hanya berlangsung di wilayah Jateng, namun juga di seluruh Indonesia.
Bagi PSIS Yunior, mundurnya jadwal ini menguntungkan, namun juga merugikan. Di satu sisi membuat persiapan lebih lama, sehingga lebih matang. Namun di sisi lain biaya persiapan membengkak.
PSIS Yunior baru sekitar tiga pekan lalu menyiapkan tim. Dengan mundurnya jadwal, maka persiapan akan lebih lama. Pelatih Achmad Wiryo saat ini juga belum mentukan skuad utama. Sebab masih ada 41 pemain dari rencana 25 personel yang didaftarkan. Karakter permainan juga belum terbentuk.
Namun, biaya untuk persiapan, mulai menyewa lapangan, beli minum di setiap latihan akan terus bertambah. Manajemen membutuhkan dana ekstra bila ingin timnya terus berlatih. Bila tidak, persiapan yang sudah dilakukan sebelumnya akan sia-sia. Dikhawatirkan hasil yang didapatkan menjadi kurang maksimal. “Mundurnya jadwal menguntungkan bagi persiapan. Tim menjadi lebih matang. Namun biaya yang dikeluarkan menjadi bertambah,” tutur Manajer Tim PSIS Yunior Iwan Anggoro.
PSIS Yunior sendiri berada di Grup C bersama Persik Kendal dan Persikas Kabupaten Semarang. Nantinya dua tim terbaik dari grup ini berhak melaju ke babak berikutnya. Bila tahun-tahun sebelumnya menggunakan sistem ‘home tournamen’, kali ini ‘home and away’.
Di pertandingan pertama, wakil dari Semarang akan bertandang ke markas Persik Kendal, 7 Agustus. Tiga hari berselang giliran menjamu Persikas di Stadion Citarum. Iwan Anggoro optimistis PSIS Yunior dapat meraih hasil positif di dua laga tersebut. “Persik adalah tim bagus, apalagi mereka akan bertanding di kandang sendiri saat menjamu tim kami. Persikas juga tak dapat dipandang sebelah mata. Mereka dikenal sebagai penghasil pemain-pemain muda hebat. Keduanya tak dapat dipandang sebelah mata. Tetapi kami harus selalu optimistis,” tandas Iwan. (bas/smu)