Lestarikan Budaya Lokal Melalui Lomba Tari Tradisional

304

TUGU MUDA — Peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) berlomba-lomba menjadi yang terbaik.
Peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia itu, menyuguhkan pertunjukan seni yang memukau. Seperti yang terlihat pada lomba tarian tradisional SMK di aula gedung D Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.
Lomba yang diikuti 27 SMK non-seni, bertarung memperebutkan juara pertama. Masing-masing tim berusaha tampil maksimal. Mereka mengaku sudah berlatih hingga berbulan-bulan sebelum maju ke ajang FLS2N.
Tim dari SMK 2 Pandeglang, Banten, misalnya, setelah lolos dari tahap penyisihan kabupaten hingga juara tingkat provinsi, mengantarkan mereka ke tingkat nasional di Semarang. Mereka hanya punya waktu 2 minggu untuk mempersiapkan diri.
”Walau persiapan cuma 2 minggu, kami tetap optimistis menang,” kata Titi Hayati, guru pendamping SMK 2 Pandeglang.
SMK yang pernah merebut juara pertama dalam FLS2N pertama di Kota Medan ini berharap dapat tampil maksimal pada serupa di Kota Semarang.
”Ini tim baru, berbeda dengan tahun kemarin, semangat juga pasti berbeda, namun kami tetap optimistis menang,” kata M. Abduh, salah satu peserta dari SMK N 2 Pandeglang.
Perwakilan PKLK Dikmen, Bambang Suhendro, mengatakan, selain untuk melestarikan budaya lokal, FLS2N 2014 dapat melahirkan para seniman-seniman muda yang akan membawa nama baik bangsa.
”Budaya lokal seperti tari-tarian yang saat ini tidak banyak disukai oleh anak muda, berpotensi membuat kultur-kultur lokal tersebut punah,” kata Bambang. Karena itu, lanjut Bambang, dengan adanya FLS2N, ia berharap dapat memberikan energi positif untuk perkembangan dunia seni di Indonesia.
Di bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto mengatakan, kreativitas para penerus bangsa tersebut harus menjadikan bangsa Indonesia menjadi maju. ”Semoga kreativitas dari generasi penerus bangsa ini dapat diapresiasi oleh semua pihak,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Kartono, menuturkan, FLS2N kali ini, merupakan ajang ketujuh. Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kata Kartono, selama ini aktif mendapatkan kepercayaan untuk menggelar kegiatan berskala besar. ”Selain itu, kami sudah berprestasi di tingkat nasional. Sehingga Jawa Tengah yang kini ditunjuk sebagai tuan rumah FLS2N, merupakan bentuk apresiasi.” (mg1/adv/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.