Ratusan Paket Proyek Belum Terlaksana

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA—Ratusan paket pekerjaan yang telah dianggarkan Pemkot Salatiga, hingga saat ini belum juga terlaksana. Padahal tahun 2014 ini, Pemkot Salatiga memiliki 127 paket pekerjaan fisik dengan nilai total mencapai Rp 131,640 miliar.
Kabag Humas Setda Kota Salatiga, Adi Setiarso mengatakan bahwa sejauh ini proses tender proyek fisik memasuki tahap prakualifikasi. Setelah hasil prakualifikasi turun, proyek tersebut langsung diumumkan. Karena itu, Pemkot masih terus menunggu hasil prakualifikasi dari konsultan pengawas. “Kami berharap, hasil prakualifikasi bisa turun secepatnya sehingga tender bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Sesuai ketentuan, katanya, prakualifikasi wajib untuk pengadaan barang dan jasa serta pengadaan jasa konsultansi yang menggunakan metode penunjukan langsung untuk pekerjaan kompleks, pelelangan terbatas dan pemilihan langsung.
“Ini dilakukan untuk menilai kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang dan jasa sebelum memasukkan penawaran,” katanya.
Dengan demikian, lanjut Adi, panitia lelang bisa mengetahui kompetensi dan kemampuan penyedia jasa. Sehingga panitia lelang menyeleksi penyedia jasa peserta lelang. Jadi penyedia jasa yang benar-benar memenuhi kualifikasi bisa diketahui secara pasti.
“Pada 2014 ini, semua pekerjaan fisik yang nilainya Rp 500 juta ke atas dilelang melalui sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Lelang system ini diyakini bisa mencegah terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Terutama dalam proses pelaksanaan lelang tender proyek pemerintah,” imbuh dia.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kepada seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Salatiga untuk mempercepat proses lelang proyek fisik. Makanya, hingga saat ini masih banyak proyek yang belum dilelang. (sas/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -