Tensi Tinggi, Hasil Seri

307

KUDUS – PSIS Semarang harus puas dengan raihan satu poin setelah di laga tandang kemarin (4/6) hanya bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan Kudus. Atas hasil tersebut, saat ini tim Mahesa Jenar gagal merangsek ke puncak klasemen Kompetisi Divisi Utama 2014 Grup 4 dengan raihan 20 poin. Sementara pemuncak klasemen masih dihuni oleh Persis Solo dengan 22 poin setelah kemarin berhasil menang 2-0 atas Persitema Temanggung di Stadion Manahan Solo.

Laga Persiku versus PSIS sendiri sore kemarin memang berlangsung dengan tensi tinggi sejak babak pertama. Bahkan beberapa insiden terjadi di dalam lapangan yang sempat memancing emosi kedua kubu. PSIS yang ingin mencuri tiga poin atas tuan rumah tampil cukup agresif di babak pertama. Hasilnya, di menit ke-10, bomber asal Argentina, Julio Alcorse, mampu membawa tim tamu leading 0-1.

Namun gol keenam Alcorse tersebut sempat menuai protes keras dari pemain Persiku. Mereka menganggap Alcorse mencetak gol tidak melalui sundulan kepala, tapi menggunakan tangan kananannya. Meski begitu, wasit Wendy Umar asal Jogjakarta tetap mengesahkan gol Alcorse.
Pascagol Alcorse, tuan rumah Persiku semakin meningkatkan tensi pertandingan. Bahkan beberapa kali duel kasar terjadi antar pemain kedua kubu. Buntutnya, bek sayap PSIS, Welly Siagian, harus dilarikan ke rumah sakit terdekat lantaran mengalami cedera parah di kepalanya setelah berbenturan keras dengan seorang pemain belakang Persiku Kudus.
Tensi kembali meningkat setelah di menit ke-30, CEO PSIS Alamsyah Sukawijaya atau Yoyok Sukawi harus diusir dari area lapangan buntut dari protes keras yang dilakukan terhadap asisten wasit yang memimpin laga kemarin. Tak hanya di dalam lapangan, di luar lapangan kelompok suporter PSIS
yang ingin merangsek masuk Stadion Wergu Wetan di pertengahan babak pertama sempat terlibat saling lempar dengan penonton tuan rumah di dalam stadion. Beruntung pihak pengamanan berhasil mengendalikan sehingga kerusuhan tidak meluas.
Di menit ke-36, petaka bagi PSIS datang. Wasit Wendy Umar yang menganggap bek PSIS Fauzan Fajri melakukan pelanggaran keras terhadap bomber Persiku Amadou Gakau memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah. Hasilnya, bomber asal Mali tersebut yang ditunjuk sebagai eksekutor tembakan penalti sukses menyelamatkan muka tuan rumah dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 yang bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun, PSIS yang tampak puas dengan hasil imbang 1-1 mencoba untuk lebih memperkuat pertahanan mereka, meski beberapa kali skema serangan yang dibangun Fauzan Fajri dkk mampu membuat barisan bertahan Persiku kerepotan. Sebaliknya, kubu tuan rumah yang juga ingin mengambil poin penuh masih kesulitan membongkar pertahanan Mahesa Jenar yang digalang duet center bek Fauzan Fajri dan Anam Sahrul. Kedudukan imbang 1-1 pun bertahan hingga laga usai.
Meski gagal meraih poin penuh, pelatih PSIS Eko Riyadi mengaku cukup puas dengan raihan satu poin kemarin. Pasalnya, secara permainan anak-anak asuhnya gagal mengembangkan skema setelah meladeni permainan keras Persiku. ”Yang jelas permainan keras menjurus kasar yang diterapkan Persiku memengaruhi tim kami. Skema yang kami inginkan jadi gagal dikembangkan oleh anak-anak. Makanya dengan kondisi permainan seperti tadi (kemarin, Red) kami cukup mensyukuri hasil imbang ini,” beber Eko.

Sementara di kubu Persiku, arsitek Agus Riyanto mengakui secara hasil timnya mengalami kerugian setelah gagal meraih poin penuh di hadapan publik sendiri. ”Di babak kedua anak-anak terburu-buru untuk menang, jadi kita malah gagal membongkar pertahanan PSIS. Tapi jujur kita kecewa dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol PSIS. Karena kita lihat asisten wasit sudah hampir mengangkat bendera bahwa itu handball. Tapi ya secara permainan kita puas, hanya secara hasil kita rugi karena gagal meraih poin penuh,” beber Agus. (bas/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.