Rumah Tipe Besar Turun

267

SEMARANG – Volume penjualan properti di Jateng pada triwulan I di 2014 mengalami penurunan. Selain disebabkan faktor siklus ekonomi yang tengah melambat, ditengarai juga akibat dari kebijakan pembatasan uang muka.
”Volume penjualan turun 46,24 persen dibanding dengan volume penjualan triwulan sebelumnya. Penurunan penjualan terjadi pada semua tipe rumah, terutama pada rumah tipe besar,” ujar Kepala Kantor BI Perwakilan Wilayah V Sutikno, kemarin (5/6).
Siklus ekonomi yang tengah melambat disebut sebagai salah satu penyebab penurunan penjualan tersebut. Ditambah lagi dengan adanya  kebijakan pembatasan uang muka atau loan to value (LTV),bagi rumah dengan tipe bangunan lebih dari 70 meter persegi yang diterapkan pada September 2013. ”Pembatasan uang muka bagi tipe bangunan 70 meter persegi menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan,” ujarnya.
Meskipun volume penjualan menurun, namun harga properti residensial di Jateng tetap tumbuh. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I-2014 tercatat 168,06 meningkat 1,28 persen dibandingkan dengan indeks triwulan sebelumnya 165,93.
”Pertumbuhan indeks ini sesuai dengan yang diekspektasikan 168,05 dan masih sejalan dengan kenaikan IHPR nasional yang juga meningkat 1,45 persen menjadi 173,38,” ujarnya.
Peningkatan indeks terjadi pada seluruh tipe rumah, dengan kenaikan terbesar terjadi pada rumah tipe besar 1,78 persen, yang kemudian diikuti rumah tipe kecil dan menengah masing-masing meningkat 1,36 persen dan 0,17 persen. ”Selain faktor harga tanah yang cenderung terus meningkat, kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja juga turut mendorong meningkatnya harga properti residensial di Jawa Tengah,” ujarnya.(dna/ida/ce1)