Tiga Pencuri Modus Pecah Ban, Ditembak

281

RANDUSARI — Tim Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang berhasil membekuk tiga dari tiga belas pelaku pencurian dengan modus pecah ban mobil. Ketiga pelaku tersebut adalah Alansyah, 32, warga asal Pandak, Desa Jendek, Wedi, Klaten; Hadi Waluyo, 38, warga Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus dan Fadji Andi, 29, warga Jalan Kenanga I, Senalang, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Ketiganya ditangkap terpisah, Alansyah ditangkap di sebuah warung di Jalan Genuk, Semarang. Hadi ditangkap di rumahnya sendiri. Sedangkan Fajar ditangkap dari hasil pengembangan dua pelaku itu. Polisi terpaksa menembak kaki para tersangka karena melawan ketika akan ditangkap.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, sebelumnya ketiga pelaku dan 10 rekannya yang masih buron mencuri dengan modus pecah ban pada mobil Toyota Fortuner milik Karmadi, 42, saat melintas di Jalan Brigjen Sudiarto Semarang, tak jauh dari Masjid Jami, Pedurungan, pada 2 Mei 2014 pukul 11.45.
Pelaku sebelumnya sudah mengintai gerak-gerik korban yang saat itu mengambil uang di Bank Central Asia (BCA) Pedurungan. ”Dan saat keluar dari bank itulah, pelaku yang sudah mengintai langsung mengikuti dari belakang,” ungkap Kapolrestabes Semarang saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin (5/6).
Ketika mobil melintas di lokasi, korban merasakan mobilnya mengalami pecah ban. Korban pun langsung menghentikan laju mobilnya untuk mengecek kondisi ban. ”Ketika korban turun dari mobil, ternyata kesempatan itu digunakan pelaku untuk masuk dan mengambil tas berisi uang Rp 70 juta milik korban,” katanya.
Salah seorang pelaku Alansyah mengaku tindakan itu sudah direncanakan satu hari sebelum beraksi. Mereka bertemu untuk membicarakan lokasi yang menjadi target operasi. ”Dari pertemuan itu kami sepakat untuk membuntuti nasabah BCA Pedurungan,” ungkapnya.
Sebelum melakukan aksinya, belasan pelaku lain menunggu di sebuah warung tepat di depan bank tersebut. Setelah mengamati nasabah yang menurut mereka telah mengambil uang banyak, baru mereka bergerak untuk mengikuti dari belakang.
Aksi berlanjut saat mobil berhenti di lampu merah yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. Alansyah yang berboncengan motor turun dan diam-diam mendekati mobil tersebut. ”Saya meletakkan sandal yang sudah dipasang paku di bawah ban belakang bagian kiri,” ungkapnya.
Itu dilakukan, supaya saat mobil kembali melaju akan menginjak paku di sandal tersebut. Rencana itu berhasil, akibatnya mobil mengalami pecah ban. Saat itulah pelaku lain mulai bergerak dan mengambil tas korban yang berisi uang puluhan juta rupiah.
”Uang itu kemudian kami bagi, satu orang mendapat bagian Rp 5 juta. Sisanya buat makan dan beli bensin bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Ardianto menambahkan, aksi ini bukan kali pertama dilakukan komplotan Alansyah. Mereka sudah kerap beraksi. ”Dilihat dari cara bekerja dan beraksi, mereka itu sudah sangat profesional,” ungkapnya.
Dan dari pengembangan kasus ini, satu dari tiga pelaku yakni Fadji tercatat juga melakukan tindak pencurian di wilayah hukum Polres Demak. ”Karena ada kasus di Demak, Fadji kemudian kami serahkan ke Polres Demak,” katanya. (hid/ton/ce1)