Cabuli Bocah SD, Penjaga Bengkel DPU Dipolisikan

337

REMBANG–Diduga kuat mencabuli siswi SD berinisial AR, 11, seorang penjaga bengkel milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, dipolisikan keluarga korban. Penjaga berkelakuan asusila ini adalah Djupriyanto alias Gendon yang ditangkap dan dibui sejak awal pekan kemarin.
Berdasarkan penuturan tersangka saat gelar perkara di Mapolres Rembang kemarin (6/6), pelaku mengaku melakukan tindakan bejatnya sebanyak tiga kali. Semuanya dilakukan di warung kopi, tempat usaha orang tua sang bocah yang kebetulan juga berdekatan dengan tempat kerja tersangka.
Djupri juga mengaku menyetubuhi korban saat suasana warung sedang sepi dan ibu korban pergi berbelanja. ”Biasanya saya melakukan itu pada pukul 17.00, saat saya dititipi warung ibunya karena pergi berbelanja,” ujarnya.
Pelaku sendiri sudah beristri dan umurnya sudah 57 tahun. Dia juga menyebut sering memberikan uang saku kepada korban untuk sekolah. Perbuatan tersangka dilakukan mulai 14 Mei lalu dan dilakukan pada sore dan malam hari.
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengaku menangkap pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat. Ia menegaskan akan menjerat tersangka pelaku dengan Pasal 81 Ayat 1 dan Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Ancaman hukumannya, pidana penjara minimal tiga tahun maksimal 15 tahun dan pidana denda minimal Rp 300 juta dan maksimal Rp 600 juta,” tegasnya.
Agar kejadian serupa tidak terulang, polisi mengimbau kepada setiap orang tua agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak serta tumbuh kembangnya. “Jika ada waktu luang, orang tua kami sarankan untuk menggemblengkan anak ke institusi keagamaan,” ujarnya.
Kasatreskrim mengakui, kasus pelecehan seksual terhadap anak di Rembang, cukup tinggi. Hampir semuanya terjadi akibat pengawasan dari orang tua yang kurang atau perhatian di keluarga yang berlangsung secara kurang baik.
Pihak kepolisian pun akan mulai melakukan penertiban terhadap bibit-bibit pelecehan seksual, melalui razia pada sejumlah warung internet. Selain kasus yang terbaru ini, sebelumya polisi juga menangani dua kasus yang sama di Kecamatan Sarang. (ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.