Tay Kak Sie Siap Bongkar

341

Replika Kapal Cheng Ho

KRANGGAN — Yayasan Tay Kak Sie siap membongkar replika Kapal Cheng Ho yang dikelolanya sesuai dengan perintah dari Pemkot Semarang. Untuk pembongkaran tersebut telah disiapkan tim yang mengerti tata cara membongkar sebuah warisan budaya bersejarah.
Pemkot Semarang sebelumnya memberikan surat perintah pembongkaran replika Kapal Cheng Ho kepada pengelolanya. Replika kapal yang berada di penampang basah aliran Kali Semarang, Jalan Gang Lombok, tepatnya di depan Kelenteng Tay Kak Sie itu dinilai mengganggu aliran sungai. Pemkot memberikan waktu satu bulan kepada pengelola untuk mempersiapkan pembongkaran.
Terkait surat tersebut, pengelola replika Kapal Cheng Ho mengaku belum menerimanya. Namun untuk pembongkaran sudah direncanakan berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara pengelola dan pemkot pada waktu sebelumnya. ”Saya tidak tahu (soal surat) itu. Tapi kami siap membongkarnya,” kata Koa To Hai, relawan di Kelenteng Tay Kak Sie.
Mekanisme pembongkaran, jelas dia, masih akan dibahas lebih lanjut oleh tim. Sebab, pembongkaran baru dilaksanakan setelah dilangsungkan festival peristiwa kisah kedatangan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Festival Cheng Ho tersebut baru akan dilakukan pada akhir Juli mendatang. ”Kami sudah sampaikan ke pemkot siap membongkar sesudah festival Cheng Ho,” tegasnya.
Koa To Hai menegaskan orang-orang untuk melakukan pembongkaran sudah ada dan siap. Pihaknya pun siap melakukan pembongkarannya sendiri. Replika Kapal Cheng Ho setelah dibongkar tidak akan dihancurkan tetapi akan dipindah. ”Tapi, dipindah ke mana, saya belum tahu,” katanya.
Pakar Hidrologi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nelwan, mendukung, pemindahan replika Kapal Cheng Ho dari Kali Semarang. Karena berdasarkan undang-undang pendirian kapal atau bangunan lain di saluran tidak benar. Ia menyarankan replika kapal tersebut direlokasi ke halaman Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan yang lahannya luas dan representatif. Di Sam Poo Kong ini dinilai tepat karena berlabuhnya Cheng Ho berada di Simongan, meski sekarang jauh dari garis pantai. ”Apalagi didukung patung Cheng Ho raksasa di sana. Sehingga menambah daya tarik wisata,” kata Nelwan.
Diketahui, replika Kapal Cheng Ho memiliki panjang 41 meter, lebar 12 meter dan tinggi 3 meter. Dibangun dari iuran jamaah Kelenteng Tay Kak Sie. Dibangun untuk mengenang 600 tahun lalu pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Dibuat pada 2005 dengan biaya hingga Rp 1,5 miliar. (zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.