11 Honorer K2 Mangkir

273

KLATEN – Belasan honorer kategori dua (K2) tidak mendatangi panggilan penyidik Polres Klaten untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat (6/6). Mereka meminta agar pemeriksaan diundur pada Rabu, pekan ini dengan didampingi kuasa hukum.
Kasatreskrim AKP Dhanu Pamungkas mewakili Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengatakan, ada 11 honorer K2 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten yang rencana akan diperiksa Jumat, pekan lalu. Namun setelah ditunggu ternyata yang datang kuasa hukum honorer K2 tersebut.
“Kuasa hukum honorer K2 menyerahkan surat kuasa dan surat permohonan agar pemeriksaan ditunda. Dalam surat yang kami terima, honorer K2 siap menjalani pemeriksaan Rabu pekan ini. Karena ini permintaan mereka, maka ke depan kami tidak perlu mengirimkan surat pemanggilan lagi,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemeriksaan honorer K2 merupakan tindaklanjut dari laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan pemalsuan dokumen pemberkasan. Karena laporan sudah resmi masuk ke polisi, pihaknya tentu wajib menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait.
“Kami tidak hanya akan memeriksa honorer K2 dalam perkara ini. Pejabat yang mengeluarkan surat juga akan dimintai keterangan, begitu juga pejabat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang mengetahui proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang masih dalam tahapan pemberkasan,” tambahnya.
Tim penyidik saat ini sudah menyiapkan materi apa saja yang akan ditanyakan pada honorer K2 saat dimintai keterangan. Inti dari pertanyaan berkaitan dengan pengeluaran surat pengangkatan sebagai tenaga honorer yang diduga ada manipulasi.
Sementara itu, Kepala BKD Cahyo Dwi Setyanta mengatakan, hingga pekan lalu belum ada surat pemanggilan yang dikirim Polres Klaten. Namun dia sudah mendapat informasi bahwa akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan manipulasi SK tenaga honorer K2.
“Saya belum tahu pastinya kapan akan dimintai keterangan sebagai saksi ahli. Kapanpun kesaksian saya dibutuhkan saya akan siap untuk memenuhi panggilan,” ujarnya.
Sebelumnya, Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Klaten melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen pemberkasan honorer K2 ke Polres Klaten. Dalam laporannya, ARAK mencurigai adanya manipulasi data jumlah honorer K2 yang lolos seleksi CPNS. (oh/bun/jpnn/ric)