Bak Terbuka Angkut Orang, Ditilang

344

TEMANGGUNG — Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Temanggung bertindak tegas bagi pengendara yang melanggar lalu lintas. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya dengan menilang kendaraan bak terbuka yang kedapatan membawa penumpang atau beban angkut yang melebihi tonase.
Masing-masing pos lalu lintas disiagakan aparat Satlantas untuk  memantau dan menindak langsung pelanggaran. ”Baru saja kami menilang mobil bak terbuka nopol AA 1716 WN yang dinaiki delapan orang yang duduk di atas muatan. Itu salah satu bentuk pelanggaran yang ditindak,” kata Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasatlantas AKP Andika.
Menurutnya, sang sopir telah melanggar UU Lalu Lintas pasal 303 tentang larangan mobil bak terbuka mengangkut penumpang manusia. Dan polisi akan terlebih dahulu memberikan teguran sebelum dilakukan tindakan tegas dalam hal ini penilangan.
Secara tegas dikatakan, langkah ini semata-mata hanya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta berbagai bentuk pelanggarannya. ”Masyarakat banyak yang belum sadar akan hal ini. Kami hanya berupaya menjalankan amanat UU yang ada. Sangat berbahaya jika mereka masih melakukan pelanggaran tersebut. Kendaraan bak terbuka hanya memuat barang, bukan orang. Tapi SIM tetap kami tahan,” tegasnya.
Di sisi lain, Fendi Andi Anwari, 43, sang sopir yang berasal dari Dusun Sepikul, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu ini mengatakan pelanggaran tersebut dilakukan lantaran, terpaksa. ”Saya membawa tenaga tani dari daerah Bengkal untuk saya bawa ke Kedu, biasanya juga tak apa-apa karena kami hati-hati. Kalau bawa dua mobil kan biaya malah tambah mahal, jadi terpaksa saya angkut sekalian sama karung-karung berisi gabah,” katanya memberi alasan. (zah/lis/ce1)