FLS2N di Semarang Paling Meriah

322

BANDARJO—Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2014 yang digelar di Kota Semarang berakhir kemarin malam. Jateng menjadi juara II dengan mengumpulkan 8 medali emas, 3 perak, 5 perunggu, dan juara harapan pertama. Sedangkan untuk juara umum diperoleh oleh kontingen Jabar dengan meraih 13 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu. Sementara juara III  diraih kontingen Jatim dengan mengumpulkan 5 medali emas, 3 perak dan 9 perunggu.
“Kami tidak memasang target, tetapi kami bisa menjadi tuan rumah yang baik. Itu sudah sesuatu yang luar biasa, karena pelayanan terhadap peserta dari berbagai provinsi hingga membuat mereka nyaman tinggal di Semarang itu merupakan sesuatu yang sulit,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto saat penutupan FLS2N 2014 di Marina Convention Center (MCC) malam kemarin.
Nur Hadi mengatakan, dengan prestasi Jateng menjadi juara II ini, tentunya dapat menjadi penyemangat bagi guru agar lebih giat dalam membina siswanya. “Tetapi kemarin saat anak-anak mengikuti lomba sudah giat dan mampu bersaing dengan siswa lainnya. Itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi siswa karena telah bersaing dengan siswa lain,” katanya.
Dalam penutupan FSL2N 2014 kemarin malam, diawali dengan kilas balik FLS2N yang berlangsung di beberapa tempat di Kota Semarang. Dilanjutkan dengan penampilan siswa Papua. Setelah itu diserahkan pataka dari tuan rumah Jateng kepada tuan rumah FLS2N 2015 di Palembang, Sumatera Selatan. Acara berikutnya menyanyikan lagu Padamu Negeri oleh paduan suara gabungan siswa SD Hj Isriati Semarang, SMPN 2 dan SMAN 3.  
Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan RI Hamid Muhamad mengatakan, potensi seni dan budaya di Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. “Karena dengan seni dan budaya itulah, maka Indonesia memiliki ciri khas di dunia sebagai negara yang memiliki budi pekerti dan berbudaya,” ungkapnya.
Karena itu, Hamid berharap adanya bantuan dari masing-masing kabupaten dan kota untuk lebih optimal, sehingga seni dan budaya dapat berkembang di Indonesia. “Untuk itu, peran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masing-masing baik provinsi maupun kota dan kabupaten ikut mendukung serta menyukseskan,” katanya.
Hamid mengaku dari berbagai penyelenggaraan FLS2N di berbagai kota dan provinsi, penyelenggaraan tahun ini yang paling meriah. “Itu bisa dilihat saat penutupan FLS2N 2014 tidak ada peserta yang beranjak pulang. Mereka memilih menunggu hasilnya,” pujinya. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.