Giliran Oknum Satpol PP Ditangkap

352

Konsumsi Narkoba

JEPARA – Di tengah maraknya pemberitaan penyalahgunaan narkoba di kalangan pejabat eselon II dan III, Kabupaten Jepara kembali tercoreng dengan ulah salah satu oknum petugas Satpol PP yang diduga mengkonsumsi barang haram tersebut. Oknum tersebut diketahui berdinas di Kecamatan Kembang.
Petugas Satpol PP yang masih dirahasiakan namanya ini, sudah menjadi TO (target operasi) aparat Polres Jepara sejak lama. Hanya, dia baru diamankan karena aparat membutuhkan barang bukti yang cukup.
Kepala Satuan Narkoba AKP Mahendra mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lengkap terkait nama, barang bukti dan lain sebagainya. ”Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan dalam gelar perkara Rabu (11/6) nanti,” ujar Mahendra.
Pihaknya mengatakan, telah mengumpulkan bukti-bukti penyalahgunaan yang dikonsumsi pelaku. ”Kompletnya besok Rabu (11/6) ya,” ungkap Mahendra.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santoso membenarkan kabar seputar penangkapan oknum Satpol PP Kecamatan Kembang. Namun pihaknya belum dapat membeberkan siapa oknum yang mencoreng lembaga penegakan perda tersebut.
Trisno mengaku, persoalan ini telah diserahkan pihak yang berwenang, yakni kepolisian. Pihaknya juga mengelak saat ditanya tidak adakah pembinaan Satpol PP kepada petugas-petugasnya agar bebas dari pengaruh obat-obat haram tersebut.
”Kebetulan pembinaan Satpol PP Kecamatan Kembang langsung pada camat. Kami membina petugas Satpol PP di tingkat kabupaten saja,” ucap Trisno kemarin.
Menurut informasi yang diterima, oknum tersebut memang kurang disiplin karena jarang masuk. Status yang bersangkutan adalah dipekerjakan karena selama ini memang tidak dapat bertugas secara maksimal. Selain itu, oknum tersebut juga sering sakit-sakitan.
Atas ketidaksiplinan petugas Satpol PP itu, pihaknya bakal menindak tegas. Ancaman sanksi dapat bermacam-macam, jika tidak disiplin sebagai petugas, seperti penurunan jabatan hingga yang terberat pemecatan.
”Kalau penyalahgunaan narkoba termasuk pelanggaran berat. Pencopotan dapat diberlakukan terhadap yang bersangkutan,” imbuhnya.
Masalah pemberangusan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba memang di luar kewenangannya. Namun pihaknya berkomitmen jika ada oknum dari lembanganya bertindak demikian, maka tidak segan-segan dipecat.
Pihaknya mengaku akan mengimbangi gencarnya aksi kepolisian dalam membersihkan pengaruh narkoba dengan melakukan penyisiran minuman keras dan tindakan asusila menjelang Ramadan. Diharapkan penyakit masyarakat (pekat) dapat diminimalisasi menghadapi ibadah Puasa. (him/lil/jpnn/ric)