Ketua Gerindra Dipolisikan Pengurus

371

Dugaan Tilep Dana Partai

KAJEN–Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra, Kabupaten Pekalongan, Tohirin, dilaporkan ke Polres Pekalongan, oleh kadernya sendiri, Sabtu (7/6) siang kemarin. Atas dugaan memalsukan data untuk mencairkan uang bantuan partai dari APBD tahun 2013, sebesar Rp 25 juta.
Mereka diterima langsung oleh Kanit II Reskrim, Polres Pekalongan, Iptu Slamet Mardiyanto. Dalam laporan tersebut terungkap bahwa kisruh di internal partai berlambang burung rajawali tersebut, bermula ketika pengurus Partai Gerindra hendak mengambil uang bantuan APBD sebesar Rp 25 juta. Yakni, bantuan untuk satu kursi di DPRD Kabupaten Pekalongan dalam setiap tahunnya.
Ternyata dana bantuan tersebut sudah diambil oleh Tohirin. Padahal buku rekening partai yang selama ini dilampirkan untuk pengambilan uang bantuan tersebut, masih dipegang oleh pegurus partai dan belum ada dana transfer yang masuk. Bahkan, sekretaris partai belum menandatangani pengambilan uang bantuan tersebut.
Sekretaris DPC Partai Gerindra, Rahmanto, mengungkapkan bahwa dana bantuan partai yang dikucurkan dari dana APBD setiap tahunnya sebesar Rp 25 juta seharusnya masuk terlebih dahulu ke rekening partai, seperti tahun tahun sebelumnya. Namun pada tahun 2013, tidak ada dana bantuan yang masuk. Usut punya usut, ternyata dana bantuan sudah diambil oleh ketua dan tidak diketahui penggunaannya.
“Spesimennya dalam buku rekening partai itu, harus ada tanda tangan ketua dan sekretaris dan tanda tangan keduanya merupakan syarat mutlak pencairan dana tersebut. Namun pencairan 2013 ini, justru muncul surat laporan kehilangan rekening dari kepolisian,” ungkap Rahmanto.
Rahmanto juga menandaskan bahwa fotocopy dan tanda tangan dirinya dicatut dan dipalsukan untuk pengambilan uang. Dan ketika dana bantuan partai tersebut dikofirmasikan kepada ketua partai, ditegaskan bahwa uang tersebut sudah habis digunakan, tanpa adanya laporan penggunaan.
“Ini salinan data pengambilan uang bantuan partai yang ada tanda tangan saya, namun dipalsukan. Saya tidak pernah merasa mencairkan uang bantuan partai tersebut,” tandas Rahmanto sambil menunjukkan salinan yang dimaksud di ruang tunggu Polres Pekalongan.
Pengurus DPC Partai Gerindra, Kabupaten Pekalongan, Julius, yang ikut melaporkan ke Polres Pekalongan menjelaskan bahwa pelaporan ketua partai ke Polres, untuk menjaga harkat dan martabat partai. Dan wujud gerakan partai pendukung anti korupsi. “Ini sebuah anjuran dari pimpinan Gerindra, baik dari Ketua DPD Jateng Gerindra, Wahid maupun pimpinan pusat. Pengurus partai harus jujur. Tapi ini malah korupsi sendiri. Makanya kami laporkan ke Polres,” jelas Julius yang didampingi pengacara, Sidem Raharjo.
Terpisah, Tohirin mengatakan bahwa pencairan dana tersebut, tidak diketahui prosesnya bagaimana. Karena yang mencairkan dana bantuan tersbut, adalah jajaran pengurus partai lainnya, bukan dirinya secara langsung. Bahkan hingga saat ini, laporan penggunaan dana bantuan tersebut juga belum diserahkan kepada dirinya.
“Saya tidak tahu menahu terkait pencairan dana tersebut. Karena yang menyiapkan administrasi pengambilan uang di Bank Jateng, adalah saudara Rohmat dan Nuryati. Bahkan, hingga saat ini uang tersebut belum ada laporan penggunaanya,” kata Tohirin.,
Tohirin menegaskan, meski belum ada laporan penggunaan secara resmi kepada dirinya, namun uang tersebut telah digunakan untuk operasional pemberangkatan diklat lima personel ke Hambalang sebesar Rp 10 juta pada beberapa waktu lalu. Termasuk untuk kegiatan Rakercab di Wonokerto. “Sisa uangnya masih di saudara Nurhayati,” tegas Tohirin. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.