Kiai Munif : Ini Kebangkitan Tarekat Indonesia

341

SEMARANG—Ribuan jamaah Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) se-Jateng dan DIY, Minggu (8/6) kemarin melakukan silaturahmi dan doa bersama untuk bangsa Indonesia di Lapangan Parade Kodam IV Diponegoro, Semarang.
Hal itu dilakukan karena tahun ini merupakan tahun politik, bangsa Indonesia menghadapi hajat besar pemilihan presiden. Kondisi demikian rawan terjadi perpecahan, untuk itu perlu diadakan doa bersama agar Indonesia tetap bersatu dalam kedamaian.
Perwakilan pengurus PETA pusat KH Muhammad Munif Huda mengatakan tahun ini merupakan kebangkitan thoriqot bangsa Indonesia. Melalui kegiatan ini berbagai permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia, dapat diberi hidayah jalan keluar sehingga selalu dalam kedamaian.
“Dengan adanya doa bersama ini tentunya bangsa Indonesia dengan berbagai permasalahan itu dapat dimudahkan,” ungkapnya sembari menambahkan peran jamaah PETA harus menjadi penyempurna seluruh elemen bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan, serta berbagai alim ulama lain dari Jateng dan DIY. Para jamaah yang rata-rata berpakaian serbaputih ini berasal dari berbagai pelosok wilayah Jateng dan DIY. Mereka duduk di bawah tenda yang disediakan panitia, khusyuk mengikuti alunan zikir yang dilantunkan.
Meskipun panas matahari yang menyengat, tetapi jamaah tetap memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia terhindar dari berbagai permasalahan.
Alunan zikir yang berkumandang di lapangan Parade Kodam IV Diponegoro mampu membius semua jamaah untuk khusyuk. Bahkan tidak sedikit jamaah yang meneteskan air maka ketika alunan zikir berkumandang. Ribuan orang yang hadir di lapangan itu tampak tertib mengikuti acara tersebut.
Kegiatan ini, lanjut KH Muhammad Munif merupakan kegiatan yang ke dua setelah sebelumnya dilakukan di Surabaya pada 1 Juni di Masjid Al Akbar.
“Semua kegiatan di Surabaya, Semarang dan di Jakarta pada 15 Juni 2014 mendatang adalah pertanda kebangkitan tarekat Indonesia,”tandasnya.
Sementara itu ketua panitia kegiatan, Abdul Kholiq Arif mengatakan acara ini sebelumnya akan dilakukan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), tetapi karena situasi politik saat ini maka pelaksanaannya digelar di lapangan Parade Kodam IV Diponegoro.
“Awalnya kami akan melakukan di MAJT tetapi karena ini bukan partai politik maka kami memilih tempat yang netral,” ujar pria yang juga Bupati Wonosobo ini.
Selain itu, kegiatan ini murni untuk persembahan Indonesia berupa doa dan silaturahmi. “Dengan berbagai permasalahan yang ada kami berupaya untuk mendoakan agar Indonesia terhindar dari berbagai permasalahan,” paparnya.
Kegiatan tersebut menurutnya juga untuk mendoakan calon pemimpin bangsa agar amanah, cinta tanah air dan sesuai ajaran Rasulullah SAW. (hid/lis/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.